Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMILU 2014: PKS buka peluang koalisi dengan PDIP

JAKARTA: Mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring mengatakan sebagai partai religius  PKS berpeluang berkoalisi dengan partai nasionalis seperti Partai Gerindra dan PDI Perjuangan untuk mengusung capres pada Pemilu 2014. Penilaian itu disampaikannya
- Bisnis.com 30 Januari 2013  |  18:03 WIB

JAKARTA: Mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring mengatakan sebagai partai religius  PKS berpeluang berkoalisi dengan partai nasionalis seperti Partai Gerindra dan PDI Perjuangan untuk mengusung capres pada Pemilu 2014.
 
Penilaian itu disampaikannya setelah mempelajari sejarah politik Indonesia dan peran partai-partai politik di Indonesia.

Menurutnya, presiden selalu harus koalisi antara nasionalis dengan religius, atau jawa-non jawa, atau militer-non militer.

Dengan demikian, ujarnya, partai-partai berbasis Islam kemungkinan besar tidak akan bisa bersatu mengusung satu pasangan calon di pemilu 2014 mendatang.

"Untuk pemilihan presiden tak bisa (koalisi religius-religius). Dalam beberapa pemilu, dari sejak 1955, itu tak pernah ada. Itu selalu harus koalisi nasionalis dengan religius, atau Jawa-nonJawa, atau ABRI-nonABRI, begitu," kata Tifatul menjawab wartawan, Rabu (30/1/2013).

Kendati demikian, Menkominfo itu mengatakan PKS belum memutuskan soal koalisi tersebut karena harus menunggu keputusan Majelis Syuro PKS.

"Semuanya bisa terbuka. PKS belum menentukan pilihan," ujarnya.

Terkait peluang partai berbasis Islam di pemilu mendatang, dia menjelaskan bahwa secara kultural peminat partai nasionalis adalah 60%, sisanya milik yang berbasis keislaman.

Menurutnya, PKS sudah memprediksi bahwa pada 2014, tidak akan ada partai yang bisa melewati raihan suara 15%.

Sejauh ini tiga parpol yang disebut lembaga survei berpeluang menjadi pemenang Pemilu 2104 adalah Partai Golkar, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat.

"Itu sudah disurvei. Demokrat saja turun separuh. Kalau target suara PKS itu 15%. Bukan untuk menang pemilu, tapi minimal 3 besar," ujar Tifatul.  (ra)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top