Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KINERJA JATENG : Realisasi Investasi Asing dan Dalam Negeri 2012 Turun

SEMARANG – Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jateng sepanjang 2012 hanya mencapai Rp16,25 trilliun atau turun 37% dibandingkan 2011 sebesar Rp22,24 trilliun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Januari 2013  |  17:57 WIB

SEMARANG – Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jateng sepanjang 2012 hanya mencapai Rp16,25 trilliun atau turun 37% dibandingkan 2011 sebesar Rp22,24 trilliun.

Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng Yuni Astuti mengatakan realisasi investasi PMA dan PMDN di Jateng pada 2012 mencapai Rp16,25 trilliun, dengan rincian sektor PMA sebesar Rp7,25 triliun dan sektor PMDN sebesar Rp9 triliun.

“Realisasi investasi untuk sektor PMA dan PMDN sepanjang 2012 memang mengalami penurunan cukup signifikan hingga 37% dibandingkan realisasi 2011 sekitar Rp22,24 trilliun,” tuturnya, kepada Bisnis, Jumat (25/1/2013).

Yuni mengaku kurang mengetahui secara pasti penyebab menurunnnya realisasi investasi tersebut, namun kemungkinan memang dari pemerintah pusat terkait penanaman modal asing tersebut ada upaya untuk lebih didorong diarahkan keluar Jawa dari pada di Jawa.

Sementara, lanjutnya untuk di Jawa sendiri, posisi Jawa Tengah dalam beberapa hal masih kalah dari Jawa Timur, terutama dari sisi infrastruktur penunjang seperti kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang bagi investor masih belum sesuai yang diinginkan seperti di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Selain itu, dari sisi investor PMA sendiri, saat ini lokasi favorit untuk menanamakan investasinya masih di daerah sekitar Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi),” ujarnya.

Dia mengatakan untuk total realisasi investasi dari sektor PMA, PMDN, PPP, Migas, pemerintah, lembaga keuangan dan masyarakat di Jateng sepanjang 2012 hanya mencapai Rp93,3 trilliun, atau masih kurang Rp17 trilliun dari target sebesar Rp110,8 trilliun.

“Raihan Rp93,3 trilliun itu masih data angka berjalan, belum final. Biasanya angka pasti akan diketahui pada Februari, setelah seluruh data masuk, termasuk data yang dikirimkan dari pusat karena beberapa perijinan ada yang dikeluarkan oleh pusat,” tururnya.

Dia mengatakan meskipun capaian Rp93,3 trilliun belum memenuhi target yang diharapkan sepanjang 2012 Rp110,8 trilliun, namun realisasi tersebut mengalami pertumbuhan dibandingkan 2011 yang hanya mencapai sebesar Rp92 trilliun.

“Bahkan sepanjang tiga tahun terakhir selalu mengalami pertumbuhan, yakni 2010 sebesar Rp72,2 triliun, 2011 sebesar Rp92 trilliun, dan 2012 mencapai Rp93,30 triliun angka berjalan,” ujarnya.

Kepala Bidang Perizinan Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng Didik Subiantoro mengatakan sepanjang 2012 BPMD Jateng telah memproses ijin prinsip PMDN mencapai sebanyak 52 perusahaan dengan serapan tenaga kerja sedikitnya sekitar 19.239 orang.

“Selain itu juga telah memproses sebanyak 23 ijin usaha yang diajukan pada BPMD Jateng periode Januari-Desember 2012 dengan serapan tenaga kerja sekitar 13.986 orang,” tuturnya. (k39/dot)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Endot Brilliantono

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top