Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASEAN-JEPANG: Prospek ekonomi sangat menjanjikan

JAKARTA –Duta Besar Indonesia untuk ASEAN I Gede Ngurah Swajaya menilai prospek perekonomian antara Jepang dan Asean sangat menjanjikan ke depannya. Sebab, penduduk ASEAN khususnya Indonesia memiliki usia yang produktif.“Sumber daya manusia
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Januari 2013  |  06:48 WIB

JAKARTA –Duta Besar Indonesia untuk ASEAN I Gede Ngurah Swajaya menilai prospek perekonomian antara Jepang dan Asean sangat menjanjikan ke depannya. Sebab, penduduk ASEAN khususnya Indonesia memiliki usia yang produktif.

“Sumber daya manusia (SDM) Jepang unggul di bidang teknologi sehingga membutuhkan SDM. Sementara itu SDM yang potensial ada di Asean dan Indonesia karena memiliki penduduk usia produktif,” katanya kepada Bisnis saat dihubungi, malam ini (24/1).

Menurutnya, Jepang memiliki inovasi tetapi tidak bisa mengerjakan karena sebagian besar demografi penduduk sudah tua, sedangkan demografi Asean maupun Indonesia masih muda.

Oleh karena itu, Swajaya menegaskan Indonesia dapat membenahi infrastuktur dan mengoptimalkan potensi SDM. “Jadi, kalau bisa meningkatkan SDM dan infrastuktur, potensinya sangat luar biasa,” jelasnya.

ASEAN Community 2015
Swajaya memaparkan ada 4 faktor yang mendorong hubungan perdagangan antara Asean dan Jepang. Pertama, lokasi yang sama di kawasan Asia Pasifik. Kedua, hubungan historis Jepang yang sebagian besar sama dengan Asean.

Ketiga, hubungan perdagangan yang saling membutuhkan. Dan keempat, adanya Asean Community sebagai kawasan yang dekat dengan Jepang, yaitu pasar yang besarnya 600 juta penduduk Asean dalam satu pasar bersama yang merupakan kawasan potensial bagi basis produksi Jepang.

“Jadi itulah sebabnya kenapa investasi Jepang semakin meningkat, khususnya menjelang Asean Community 2015 untuk menjadi competitive production base.

Namun, Swajaya menjelaskan masih terdapat faktor yang menjadi hambatan dalam perdagangan kedua negara yaitu masalah infrastuktur dan keamanan. Menurutnya, infrastuktur masih perlu ditingkatkan agar bisa menjadi basis produksi.

“Kalau tidak menunjung, tidak akan bisa produktif,” jelasnya.

Sementara itu, masalah ancaman yang berasal dari potensi sengketa, baik di Laut China Timur maupun di Laut China Selatan juga menjadi hambatan bagi Jepang.

“Jepang juga sangat tergantung pada stabiltas keamanan kawasan karena supply energi 80% melalui Selat Malaka dan Laut China Selatan. Begitu juga ekspor Jepang di luar Asean seperti Eropa maupun Amerika, itu juga melaui Asean,” ungkapnya.  (37/Bsi)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Winda Rahmawati

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top