Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LAHAN PANGAN ABADI: Majalengka Tetapkan 39.000 Ha

MAJALENGKA--Dinas Pertanian dan Perikanan Majalengka menetapkan 39.190 hektare untuk lahan pangan produktif sebagai upaya untuk mengganti lahan yang beralih fungsi di wilayah tersebut.Penetapan lahan pangan produktif telah dimasukan dalam Rencana Tata
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Desember 2012  |  17:15 WIB

MAJALENGKA--Dinas Pertanian dan Perikanan Majalengka menetapkan 39.190 hektare untuk lahan pangan produktif sebagai upaya untuk mengganti lahan yang beralih fungsi di wilayah tersebut.Penetapan lahan pangan produktif telah dimasukan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai dukungan Pemkab Majalengka dalam menyukseskan program swasembada pangan berkelanjutan.Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka Wawan Suwandi mengatakan jumlah lahan pertanian di Kabupaten Majalengka mencapai 87.204 hektare, yang digunakan untuk sawah 51.896 ha dan lahan bukan sawah 35.308 ha.Namun demikian, katanya, penambahan lahan abadi pertanian masih diperlukan untuk memperluas lahan pangan produktif dan mengupayakan kemandirian pangan agar tidak bergantung pada pihak luar.“Komoditas pangan khususnya beras merupakan komoditas yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi baik lingkup lokal, regional maupun nasional. Untuk itu, pengamanan lahan untuk komoditas pangan mutlak harus dilakukan pemerintah daerah,” katanya kepada Bisnis, Minggu (23/12).Wawan mengungkapkan dengan potensi lahan pertanian yang dimiliki Kabupaten Majalengka diharapkan dapat berkontribusi positif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan.Dia menuturkan upaya peningkatan produksi dan mutu hasil pertanian terus dilakukan melalui program intensifikasi dan diversifikasi, seperti penerapan teknologisystem rice intensification (SRI) untuk meningkatkan mutu padi.“Dalam beberapa tahun terakhir tingkat produktivitas pada komoditas utama [Padi] setiap tahun rata-rata mencapai 59,42 kwintal per hektare,” tuturnya.Peningkatan hasil komoditas pangan di Kabupaten Majalengka juga ditopang dengan ketersediaan tenaga penggarap (petani) yang intensif dan menjadikan lahan pertanian sebagai mata pencaharian utama petani.“Hampir 79% penduduk Kabupaten Majalengka adalah petani, inilah potensi SDM yang dimiliki untuk dapat meningkatan hasil produksi komoditas pangan,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Harian DPD HKTI Jabar Entang Sastraatmadja mengatakan sepanjang 2012 kinerja pemerintah dalam membangun kesejahteraan petani dan pertanian patut diapresiasi.Menurutnya, sejumlah program pembinaan terhadap petani, baik bantuan atau hibah untuk meningkatkan kesejahteraan pendapatan petani cukup banyak digulirkan.Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jabar Oo Sutisna mengharapkan agar proyek infrastruktur yang digenjot pemerintah tidak mengorbankan kondisi lahan pertanian di Jabar menjadi semakin kritis.Menurutnya, pada 2013 mendatang para petani sekaligus pemilik lahan harus mewaspadai minimnya hasil panen akibat cuaca, penggerusan lahan pertanian dan perubahan daya dukung lingkungan akibat dari proyek infrastuktur.Selain itu, menyoroti buruknya penataan sistem penyerapan air di areal pertanian yang seringkali menimbulkan banjir, dan kekeringan saat kemarau merupakan masalah yang terus mengancam di sektor pertanian. "Kalau dulu ada sistem embung sebagai antisipasi penyerapan air," ujarnya. (k3/K5/k6/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Maman Abdurahman

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top