KOMITE INOVASI NASIONAL perkuat riset & teknologi

JAKARTA: Komite Inovasi Nasional mengajukan program Inisiatif Inovasi 1-747 untuk meningkatkan daya saing Indonesia dengan penguatan riset dan teknologi.Zuhal, Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN), mengatakan program Inisiatif Inovasi 1-747 itu terdiri
Muhamad Arsyad Paripurna
Muhamad Arsyad Paripurna - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  13:30 WIB

JAKARTA: Komite Inovasi Nasional mengajukan program Inisiatif Inovasi 1-747 untuk meningkatkan daya saing Indonesia dengan penguatan riset dan teknologi.Zuhal, Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN), mengatakan program Inisiatif Inovasi 1-747 itu terdiri atas empat aspek utama. Pertama, angka 1 merupakan 1% dari GDP harus dialokasikan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D).Kedua, angka 7 adalah tujuh langkah perbaikan ekosistem inovasi, yakni perbaikan komponen pendanaan R&D, kepemimpinan, budaya inovasi, pendidikan, kebijakan yang mendukung kegiatan inovasi, dan pemanfaatan hasil inovasi.Ketiga, angka 4 merupakan wahana percepatan pertumbuhan ekonomi dengan model industri berbasis inovasi, yakni industri kebutuhan dasar, industri kreatif, industri berbasis daerah, dan industri strategis.Keempat, angka 7 yakni tujuh sasaran visi Indonesia 2025 yang hendak dicapai, antara lain pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya yang berkesinambungan."Sebagai langkah awal, upaya penguatan riset dan teknologi melalui program itu harus difokuskan pada dua hal, yaitu meningkatkan dana riset sains, teknologi, dan inovasi menjadi 1% dari GDP dan menggunakan dana tersebut secara benar serta terencana," ujarnya.Dia mengatakan hal itu dalam acara Media Gathering yang bertema Kick Off Inisiatif 1-747 untuk Meningkatkan Daya Saing Indonesia melalui Penguatan Riset dan Teknologi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta, Kamis (20/12/2012).  (ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top