Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sesuaikan anggaran, target penataan kampung kumuh tak sampai 100

JAKARTA: Program penataan 100 kampung yang sering disebut-sebut sebelumnya sebagai salah satu program unggulan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 2013, dipastikan akan berkurang jumlahnya.Jokowi mengungkapkan Pemprov DKI sudah mengusulkan adanya penataan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Desember 2012  |  16:14 WIB

JAKARTA: Program penataan 100 kampung yang sering disebut-sebut sebelumnya sebagai salah satu program unggulan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 2013, dipastikan akan berkurang jumlahnya.Jokowi mengungkapkan Pemprov DKI sudah mengusulkan adanya penataan di 100 kampung, meskipun jumlah yang mungkin disetujui pihak dewan diperkirakan kurang dari separuhnya.“[Jumlah pastinya] belum ada. Kan masih dalam proses. Kira-kira nanti sekitar 30-50 kampung. Tapi itu sudah bagus,” katanya di Balai Kota, Jakarta, Rabu (12/12).Adapun kampung-kampung yang menjadi tujuan dari penataan, masih belum bisa disebutkan oleh Jokowi saat ini. Intinya, sambungnya, dalam proses penataan akan dibangung seluruh infrastruktur yang diperlukan dalam sebuah kampung sebagai hunian yang layak.Selain memperbaiki rumahnya, akan pula dibangun ruang terbuka hijau, perbaikan saluran air, jalan, membangun perpustakaan mikro, dan pengelolaan sampah. Dia memperkirakan untuk menata satu kampung dibutuhkan dana sekitar Rp30-40 miliar.“Kalau sudah selesai dan diketok oleh dewan, akan saya buka,” ujar Jokowi.Secara terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI Novizal memperkirakan kisaran kampung yang akan ditata pada tahun depan hanya 30-35 kampung.“Masih ada peluang berubah, karena masih menyesuaikan anggaran yang ada, dan persetujuan dari dewan. Kalau sudah disetujui, baru diketahui jumlah pastinya,” ucapnya.Menurut Novizal, dalam program penataan kampung, yang menjadi sasaran utama adalah kampung-kampung kumuh yang ada di Jakarta. meskipun begitu, sampai saat ini belum ditentukan kampung mana saja.Proses penataan, jelasnya, akan dilakukan berdasarkan pengusulan dari kelompok masyarakat dalam satu kampung. Dari proposal yang diajukan, akan dilakukan proses evaluasi, sampai kemudian ditentukan apakah kampung tersebut memang membutuhkan penataan atau tidak.Jika jumlah pengajuan proposal lebih dari target yang dialokasikan dalam anggaran, tuturnya, akan dilakukan pengundian. Satu hal yang harus diperhatikan adalah terpenuhinya syarat utama. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Fatia Qanitat

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top