Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KTT OPEC WINA: Mayoritas pilih pertahankan produksi

WINA—Sebagian besar anggota Organisasi Negara-Negara Eksportir Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) mengisyaratkan akan mempertahankan kebijakan produksinya dalam pertemuan di Wina, Austria, pada Rabu (12/12).Meskipun OPEC
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  15:20 WIB

WINA—Sebagian besar anggota Organisasi Negara-Negara Eksportir Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) mengisyaratkan akan mempertahankan kebijakan produksinya dalam pertemuan di Wina, Austria, pada Rabu (12/12).Meskipun OPEC memperkirakan akan memproduksi lebih dari kebutuhan konsumen, Arab Saudi, Irak, Iran, Uni Emirat Arab, Angola, dan Ekuador telah mengungkapkan pasokan dan permintaan telah seimbang.Oleh karena itu, kemungkinan besar OPEC akan tetap pada target produksi yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni 30 juta barel per hari. Dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) tahun ini, OPEC juga akan menunjuk sekretaris jenderal yang baru.Harga minyak Brent mendekati level rata-rata tertingginya sejak awal tahun, yakni US$111,78 per barel di bursa London. “Mereka cukup senang dengan harga sekarang,” kata Bill Farren-Price, CEO Petroleum Policy Intelligence.Sebelumnya, Price memprediksi dengan tepat kuota OPEC 2011. “Mereka mungkin ingin bermain di sekitar target formal untuk sementara ini danmungkin hanya melanjutkan kebijakan penyesuaian produksi informalnya,” sambung Price.Harga yang tinggi telah memberikan negara-negara OPEC pendapatan tahunan lebih dari US$1 triliun pada tahun lalu, sehingga juga mendongkrak pendapatan Royal Dutch Shell Plc hingga Chevron Corp.Harga berjangka Brent mendekati US$108 pada perdagangan Selasa (11/12) dan telah turun 16%  sejak muncul kekhawatiran Eropa akan gagal mengatasi krisis utang dan menganggu pemulihan ekonomi global.Iran, yang pada awal tahun ini menuduh Arab Saudi mencuri pangsa pasarnya saat kinerja ekspornya tertekan oleh sanksi, mencapai kesepakatan dengan kerajaan Arab itu bahwa harga sekarang sudah cukup.“Situasi pasar bagus. Harga oke untuk saat ini, tidak terlalu tinggi tapi oke,” kata Menteri Minyak Iran Rostam Qasemi kepada wartawan saat tiba di Vienna pada Selasa (11/12).Sementara itu, Menteri Minyak Arab Saudi Ali Al-Naimi belum mau mengomentari kebijakan OPEC sejak dia tiba di Vienna pada Senin (10/12). “Harganya bagus dan pelanggan senang. Semuanya dipasok dengan baik,” kata Al-Naimi di Doha (7/12).Berdasarkan laporan bulanan OPEC dari data sekunder, Arab Saudi secara sepihak membatasi produksi hingga ke level terendah dalam 13 bulan yakni 9,67 juta barrel per hari pada November 2012. Adapun berdasarkan laporan Arab Saudi langsung kepada OPEC, produksi bulan lalu bahkan lebih rendah lagi, yakni 9,49 juta barrel per hari.“Ini tidak akan lama, menurut saya, bagi Arab Saudi untuk akan kembali menyatakan bahwa mereka tidak melihat permintaan sehingga mengurangi ekspor,” kata Olivier Jakob, direktur pelaksana Petromatrix GmbH.Adapun produksi minyak mentah AS, sebagaimana yang dilaporkan dalam Short Term Energy Outlook oleh Departemen Energi AS pada Selasa (11/12), diperkirakan naik 640.000 barrel per hari menjadi 7,1  juta barrel per hari pada tahun depan, tertinggi sejak 1992. (Bloomberg/Ara/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top