Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS SUAP BANGGAR: KPK putus bersalah anak raja dangdut A. Rafiq

JAKARTA : Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memutus putra penyanyi dangdut senior A Rafiq, Fahd El Fouz bersalah melakukan tindak pidana korupsi.Fahd terbukti menyuap anggota Badan Anggaran (Banggar), Wa Ode Nurhayati terkait
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  21:31 WIB

JAKARTA : Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memutus putra penyanyi dangdut senior A Rafiq, Fahd El Fouz bersalah melakukan tindak pidana korupsi.Fahd terbukti menyuap anggota Badan Anggaran (Banggar), Wa Ode Nurhayati terkait pengalokasian Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) tahun anggaran 2011. Hakim memvonis Fahd hukuman pidana penjara selama dua tahun enam bulan dan denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan."Mengadili, menyatakan terdakwa Fahd El Fouz terbukti secara meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bertentangan dengan Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana," kata Ketua Majelis Hakim Suhartoyo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (11/12).Dalam menyusun amar putusannya, Hakim mempertimbangkan hal yang meringankan, yaitu Fahd menyesali perbuatannya dan tidak menikmati hasil korupsi. Sementara hal memberatkan adalah Fahd dinilai tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.Atas putusan hakim tersebut, Fahd menyatakan dirinya memang bersalah melakukan apa yang dituduhkan kepadanya. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mahmudi Restyanto

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top