ASURANSI JIWA: Preme Diprediksi Naik 25% Jadi Rp104,7 triliun

JAKARTA – Premi bisnis baru asuransi jiwa di dalam negeri diproyeksikan dapat mencapai Rp104,7 triliun pada 2013, naik 24,94% dibandingkan dengan proyeksi premi 2012 ini sebesar Rp83,8 triliun.
Aurelia Nelly | 10 Desember 2012 05:56 WIB

JAKARTA – Premi bisnis baru asuransi jiwa di dalam negeri diproyeksikan dapat mencapai Rp104,7 triliun pada 2013, naik 24,94% dibandingkan dengan proyeksi premi 2012 ini sebesar Rp83,8 triliun.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang diperoleh Bisnis menunjukkan baik segmen bisnis ritel yang menggarap nasabah perorangan/individual maupun segmen bisnis kumpulan atau korporasi menyumbangkan pertumbuhan premi.

AAJI memroyeksikan premi yang dihimpun industri dari bisnis baru segmen perorangan/individual dapat mencapai Rp66,1 triliun pada akhir tahun ini. Angka tersebut diproyeksikan dapat berkembang sebesar 25,11% menjadi Rp82,7 triliun pada tahun depan.

Adapun premi lanjutan dari segmen perorangan/individual diproyeksikan dapat mencapai Rp33,2 triliun pada akhir tahun ini dan berkembang sebesar 10,96% menjadi Rp36,84 pada tahun depan.

Ketua AAJI Hendrisman Rahim menyebutkan selama 5 tahun terakhir baik premi bisnis baru maupun premi lanjutan selalu meningkat rata-rata 25%. Pada tahun ini, ujarnya, premi diharapkan dapat meningkat 25% - 30%.

Dalam 5 tahun terakhir, yaitu sejak 2007 – 2012, bisnis industri asuransi jiwa nasional telah tumbuh sebanyak hampir tiga kali lipat. (sut)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup