Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI CHINA: Kinerja manufaktur per Oktober menguat

BEIJING: Kinerja manufaktur dan sentimen ekonomi China menguat sehingga bank sentral tidak terdesak untuk memangkas suku bunga acuan dan rasio cadangan modal dan pemerintah tidak terdesak melonggarkan kebijakan moneter dan fiskal.Indeks manajer purchasing
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Oktober 2012  |  19:16 WIB

BEIJING: Kinerja manufaktur dan sentimen ekonomi China menguat sehingga bank sentral tidak terdesak untuk memangkas suku bunga acuan dan rasio cadangan modal dan pemerintah tidak terdesak melonggarkan kebijakan moneter dan fiskal.Indeks manajer purchasing (PMI) pendahuluan yang dirilis HSBC Holdings Plc dan Markit Economics tercatat 49,1 pada Oktober 2012, naik dari indeks final PMI pada September 2012.Hasil survei terakhir Bloomberg terhadap para ekonom memperkirakan China mempertahankan suku bunga acuannya pada level 6% hingga akhir 2012, berbeda dengan hasil survei sebelumnya yang memperkirakan penurunan sebanyak seperempat poin.Rebound data-data ekonomi China ini dapat menggenjot sentimen China seiring dengan komitmen-komitmen para petinggi Eropa untuk mengatasi krisis utang. Penguatan perekonomian terbesar kedua di dunia itu juga dapat memperkuat sentimen di Australia.“Indeks pendahuluan PMI yang mengonfirmasi pemulihan China dan tidak ada pelonggaran kebijakan moneter. China akan menjaga status quo kebijakan moneter paling tidak selama 6 bulan kedepan,” Joy Yang, kepala ekonom untuk China dari Mirae Asset Securities Ltd.Level di bawah 50 dalam indeks PMI menunjukkan adanya ekspansi. Hasil final indeks ini untuk Oktober baru akan dirilis pada 1 November 2012, bersamaan dengan pengumuman indeks manufaktur versi pemerintah.Data ekonomi ini dapat mendukung prospek reboundnya pertumbuhan ekonomi China akan menjadi kabar baik bagi Partai Komunis yang akan melaksanakan proses pewarisan pemerintahan mulai bulan depan.Data manufaktur hari ini muncul setelah data produksi industri pada bulan lalu yang naik pertamakai dalam 4 bulan terakhir, data penjualan ritel yang naik hingga level tertinggi sejak Maret 2012, dan data investasi aset tetap yang naik 20,5% dalam 9 bulan pertama tahun ini.Namun, Penasehat Bank Rakyat China (People’s Bank of China/PBOC) Song Guoqing (18/20) mengatakan pemerintah tidak akan menyediakan stimulus ekonomi besar lainnya dan rebound ekonomi yang pesat tidak mungkin terjadi.Meskipun demikian, menurut akademisi yang menjadi anggota komite kebijakan moneter bank sentral itu, perlambatan laju inflasi memberikan ruang bagi bank sentral China untuk sedikit melonggarkan kebijakan moneter.Ekonom HSBC Donna Kwok di Hong Kong mengatakan China tetap membutuhkan upaya pelonggaran untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang menghadapi perlambatan perdagangan global yang dalam. “Kami mulai melihat pemulihan dalam perekonomian China,” ujarnya.Sejumlah perusahaan mulai optimistis akan adanya pemulihan ekonomi. China Cosco Holdings Co, emiten pelayaran terbesar di China, mengatakan industri pelayaran akan menguat karena momentum penguatan pertumbuhan ekonomi China.“Kami mulai melihat tanda-tanda pemulihan,” kata Chairman China Cosco Wei Jiafu. (Bloomberg/03/Bsi)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top