Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENGUATAN YEN: Tidak Terkendali, PM Jepang Tagih Janji Pemulihan Global

TOKYO: Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda mengatakan pemerintahannya siap bertindak terhadap penguatan nilai tukar yen yang tidak terkendali dan mendesak negara-negara lain memenuhi janjinya untuk memulihkan permintaan global.“Kami telah mengamati
Muhammad Fazrin
Muhammad Fazrin - Bisnis.com 10 Oktober 2012  |  19:32 WIB

TOKYO: Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda mengatakan pemerintahannya siap bertindak terhadap penguatan nilai tukar yen yang tidak terkendali dan mendesak negara-negara lain memenuhi janjinya untuk memulihkan permintaan global.“Kami telah mengamati pasar dengan seksama terkait kemungkinan penguatan [yen] yang berlebihan. Ini adalah masalah serius karena tidak seiring dengan penguatan ekonomi Jepang, dan jika diperlukan, kami akan mengambil tindakan,” jelasnya, Rabu (10/10/2012).Pada pertemuan G-7 di Tokyo tadi malam Noda menjanjikan Jepang terus berperan dalam stabilitas pasar sebagai negara kreditur terbesar di dunia.

Dia juga mendesak Bank Jepang agar mengambil tindakan penting pada saat yang tepat untuk menghentikan deflasi.Penurunan harga ini telah menekan pertumbuhan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan perekonomian terbesar ketiga di dunia itu. Morgan Stanley dan BNP Paribas memprediksi turun pada 2 kuartal terakhir tahun ini.Pelemahan ekonomi Jepang dipicu oleh melemahnya permintaan ekspor dari China dan Eropa, serta penguatan yen yang telah berkontribusi dalam kerugian terbesar yang dialami oleh industri elektronik Jepang.Pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G-7 itu juga membahas upaya-upaya Eropa untuk mengatasi krisis utang, termasuk pengaktifan dana Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM) sebesar 500 miliar euro.Jepang telah menyetujui program pembelian surat utang negara (SUN) di Eropa dan meningkatkan kontribusinya di Dana Moneter Internasional (IMF). IMF dan Bank Dunia mengadakan pertemuan tahunannya pekan ini di Tokyo.“Jepang adalah negara kreditur terbesar di dunia, jadi kami telah berkontribusi terhadap stabilitas pasar internasional dan kami menginginkan pertemuan IMF kali ini untuk mengonfirmasi bahwa kami akan terus berkontribusi,” kata Noda.Pada awal pekan ini IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan memperingatkan akan adanya perlambatan yang lebih dalam jika Pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara Eropa tidak bisa mengatasi permasalahan ekonomi mereka.Para investor yang mengkhawatirkan prospek perekonomian global telah meningkatkan permintaannya akan mata uang yen. Aset asing bersih Jepang naik menjadi 54% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada Desember 2011.“Ada kecenderungan nilai tukar yen menguat karena peringkatnya yang tinggi. Tapi saya pikir itu tidak secara akurat mencerminkan kinerja perekonomian Jepang,” kata Noda.Meskipun perekonomian Jepang diprediksi menyusut, tampak tanda pemulihan perdagangan negara ini dari naiknya surplus transaksi berjalan dari periode yang sama tahun lalu untuk pertamakalinya dalam 18 bulan terakhir. (Bloomberg/bas)Turunnya harga energi yang diimpor Jepang mengimbangi turunnya ekspor akibat perlambatan global, penguatan yen yang mendekati 50% terhadap dolar AS dalam 5 tahun terakhir, dan konflik teritorial dengan China. (Bloomberg/bas)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top