Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI SUKHOI: Nah lho, tim investigasi Rusia ingin mencari NOMOR RANGKA PESAWAT

BOGOR:  Komandan Korem 061/Suryakancana Kol Inf AM Putranto mengatakan bahwa perwakilan Rusia dalam rapat koordinasi meminta izin untuk turun ke lokasi jatuhnya pesawat guna mencari nomor rangka pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Mei 2012  |  23:50 WIB

BOGOR:  Komandan Korem 061/Suryakancana Kol Inf AM Putranto mengatakan bahwa perwakilan Rusia dalam rapat koordinasi meminta izin untuk turun ke lokasi jatuhnya pesawat guna mencari nomor rangka pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak.

"Rapat berlangsung baik, pihak Rusia meminta izin kepada kita untuk turun ke lokasi jatuhnya pesawat. Mereka ingin mencari nomor rangka pesawat tersebut untuk keperluan mereka," kata Danrem di Posko kendali evakuasi korban Sukhoi Superjet 100 di Balai Embrio Ternak, Cipelang, Kabupaten Bogor, Selasa malam.Danrem mengatakan dalam rapat tersebut pihaknya memperlihatkan dokumentasi lokasi dan proses evakuasi korban Sukhoi.Pihak Rusia, menurut Danrem, memahami kondisi di lapangan, dan mereka meminta Indonesia untuk memandu tim mereka melakukan pencarian material Sukhoi Superjet 100.Perwakilan Rusia memahami aturan main dalam operasi yang sepenuhnya dipegang penuh Indonesia. Sehingga tim Rusia harus mematuhi setiap aturan yang ada."Tugas kita di sini selain membantu mereka dalam proses evakuasi ini, kita juga bertugas mengamankan mereka. Karena bagaimanapun juga, mereka adalah tamu warga negara asing yang perlu dikawal baik," katanya.Danrem menyebutkan, saat ini ada 12 anggota SAR Rusia yang sudah berada di Puncak gung Salak. Hari Selasa ini tim tersebut sudah mulai turun menyusuri tebing jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100.Menurut Danrem, saat ini anggota tim gabungan Rusia dan Indonesia sedang menuruni lembah setinggi 200 meter. Pergerakan tim menjadi lambat, karena anggota tim dari Rusia belum terlatih di medan sesulit Gunung Salak."Saya mendapat laporan karena cuaca buruk, saya perintahkan tim untuk bertahan dulu dan melanjutkan perjalan Rabu besok, mereka akan menyusuri tebing dengan menggunakan tali-tali yang sudah dipasang oleh tim sebelumnya. Hanya saja orang Rusia ini tidak mempercayai alat-alat yang kita pakai, jadi saat mereka turun kita kawal setiap jarak 10 meter," kata Danrem.Tim gabungan Rusia dan Indonesia diberangkatkan Minggu (13 Mei) sore dari posko kendali utama Balai Embrio Ternak, Cipelang. Sebanyak 12 orang anggota SAR Rusia ini berangkat bersama 20 orang anggota SAR Indonesia dari kesatuan Kopasus dan Brimob.Tuga ke dua tim gabungan ini adalah mengevakuasi material pesawat termasuk didalamnya kotak hitam yang hingga kini belum ditemukan. (Antara/ea)

 

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top