Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUNGA ACUAN: Bunga wajar penjaminan simpanan tetap

 
Saeno
Saeno - Bisnis.com 13 Mei 2012  |  19:13 WIB

 

 

JAKARTA: Lembaga Penjamin Simpanan memutuskan bunga wajar penjaminan simpanan tetap seiring dengan sikap Bank Indonesia mempertahankan bunga acuan. Otoritas penjaminan itu menilai kondisi likuiditas perbankan stabil.

 

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Bisnis, akhir pekan ini, bunga wajar penjaminan simpanan rupiah tetap 5,5%, simpanan valuta asing 1% dan simpanan rupiah bank perkreditan rakyat 8%. Ketentuan itu berlaku mulai 15 Mei 2012.

 

Direktur Penjaminan dan Manajemen Risiko LPS Salusra Satria mengatakan pertimbangan dewan komisioner mempertahankan bunga penjaminan karena kondisi likuditas perbankan yang masih cukup tinggi.

 

"Hal itu terindikasi dari penempatan dana perbankan di BI yang mencapai Rp471 triliun," ujarnya.

 

Selain itu, tuturnya, tren biaya dana melonggar terlihat dari data biaya dana rata-rata tertimbang perbankan yang relatif lebih rendah sepanjang Maret 2012 sekitar 4,44%.

 

Di samping itu, lanjutnya, cadangan devisa juga cenderung meningkat pada akhir April 2012 sebesar US$5,9 miliar meningkat dari US$110,5 miliar menjadi US$116,4 miliar.

 

“Kinerja perekonomian domestik relatif terkendali dengan tingkat inflasi yang masih berada di bawah target pemerintah,” tuturnya.

 

Bank sentral pada 10 Mei memutuskan mempertahankan bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%. Namun, BI mendorong kenaikan bunga operasi moneter untuk menarik likuiditas, karena ada ekspektasi inflasi secara temporer dari rencana kenaikan BBM.

 

Pada lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI), kemarin, bunga yang ditetapkan 4,238% untuk jangka 9 bulan. Angka tersebut lebih besar dari imbal hasil yang ditetapkan pada lelang sebulan sebelumnya 3,926%.

 

Adapun penyerapan lelang periode Mei ini mencapai Rp7,17 triliun dari pagu indikatif Rp10 triliun. Penyerapan lebih besar dari pada bulan sebelumnya sebesar Rp5 triliun dari pagu Rp4 triliun.(msb)

 

+ JANGAN LEWATKAN:

>>> 10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

>>> 5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

>>> 10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM

>>BACA JUGA

Gara-gara JPMorgan, ORANG TERKAYA DI DUNIA merugi US$4,2 miliar

KRONOLOGI JATUHNYA SUKHOI versi Kementerian Perhubungan

KINERJA KUARTAL I/2012: Laba bersih Bakrie Plantations anjlok 64%


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hendri T. Asworo

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top