HARGA BBM: Dubes Jerman bilang Premium di Jerman 4 Kali Lebih Mahal

BOGOR: Dalam kunjungannya ke Institut Pertanian Bogor (IPB), Duta Besar Jerman, Norbert Baas dan Conseulor Science, Technology & Environment Klaus Michael Rottman mengatakan bahwa harga bensin premium di Jerman empat kali lipat lebih mahal daripada
Inria Zulfikar | 21 April 2012 20:05 WIB

BOGOR: Dalam kunjungannya ke Institut Pertanian Bogor (IPB), Duta Besar Jerman, Norbert Baas dan Conseulor Science, Technology & Environment Klaus Michael Rottman mengatakan bahwa harga bensin premium di Jerman empat kali lipat lebih mahal daripada di Indonesia.“Penduduk Jerman tidak mendapatkan subsidi seperti d Indoesia sehingga harga per liter mencapai 1,6-1,7 euro  atau sekitar  Rp 24.000,” kata Norbert Baas.Kedua tamu tersebut diterima langsung oleh Rektor IPB, Prof Herry Suhardiyantodidampingi Direktur Kerjasama dan Program Internasional IPB, Rinekso Soekmadi di Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga  kemarin.Dubes Jerman Norbert bermaksud menjajaki kerjasama mendalam antara IPB dengan perguruan tinggi yang ada di Jerman, seperti Gottingen University, Bremen University dan Kassel University.Sementara itu, Prof. Herry mengharapkan kerjasama yang terjalin akan intensif dan berkaitan dengan biodiesel, biomedicine dan biotechnology.“Selama ini IPB sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Jerman di bidang Biologi dan Kehutanan. Olehkarenanya, saya harap kerjasama yang nanti terjalin bisa diarahkan untuk biodiesel, biomedicine dan biotechnology. Hal ini karena banyaknya biodiversitas yang dimiliki Indonesia dan ke depan tiga hal tersebutlah yang akan berkembang,” ujarnya.Selain itu, Rektor juga mengharapakn adanya kerjasama “reciprocal” yaitu jika Indonesia (IPB) mengirim lima orang mahasiswa ke Jerman, maka berlaku sebaliknya. Selama ini baru joint degree program dengan Gottingen University di bidang agribisnis, dimana sebanyak 10 orang dikirim ke Jerman dengan biaya dari Dikti.(api)

 

 

>> BACA ARTIKEL LAINNYA:

INDONESIAN IDOL 2012: Belinda tereliminasi

Wamen ESDM tutup usia

Indonesia kaya raya tapi kenapa rakyatnya tidak makmur?

   

Tag :
Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top