EASY LIFE: Kreatif dengan Intuos

Berkecimpung di industri kreatif ternyata tidak cukup hanya bermodalkan bakat. Kemampuan memanfaatkan perangkat dan teknologi yang ada menjadi modal lain untuk memenangkan kompetisi.Baru-baru ini, Bisnis menyaksikan empat pekerja kreatif berpengalaman
Peni Widarti | 21 April 2012 08:03 WIB

Berkecimpung di industri kreatif ternyata tidak cukup hanya bermodalkan bakat. Kemampuan memanfaatkan perangkat dan teknologi yang ada menjadi modal lain untuk memenangkan kompetisi.Baru-baru ini, Bisnis menyaksikan empat pekerja kreatif berpengalaman di bidangnya saling bekerjasama menghasilkan  karya berkesinambungan dengan perangkat input intuitif (pen tablet) generasi terbaru, Wacom Intuos5.Perjalanan kreatif dimulai saat desainer produk Leonard Theosabrata membuat sketsa karya terbarunya menggunakan Intuos5. Dia mulai menggambar dan hasilnya langsung terlihat di layar komputer."Saya biasa bikin sketsa menggunakan Intuos karena bisa langsung tersimpan di komputer untuk nantinya dikirim ke bagian produksi," ujarnya.Intuos5 dilengkapi dengan empat titik warna yang menunjukkan batas dimensi, pengguna bisa menggambar atau menulis serasa di kertas. Bedanya, proses menghapus dan mewarnai menjadi lebih cepat, serta bisa langsung dikirim karena bentuk file sudah digital.Terinspirasi dari huruf X, kursi pun jadi. Setelah kursi diletakkan di atas stage, pekerjaan pun berpindah ke tangan fashion designer muda berbakat, Evelyn Fransiska.Perempuan kelahiran 1988 ini mengaku mulai menggunakan Wacom sejak kuliah karena mudah dan simpel.Dia tidak perlu mengganti kertas, jika ada kesalahan, cukup dihapus. Bisa juga memasukkan ide tertentu, seperti pola batik langsung ke desain baju yang sedang dikerjakan, hingga meniadakan kebutuhan tinta untuk pewarnaan.Intuos5 juga bisa digunakan bersama komputer atau notebook dengan sistem operasi Windows atau iOS (sistem operasi keluaran Apple) yang digunakan pada produk keluaran vendor tersebut, mulai dari Macbook, iMac, hingga iPad.Baju hasil rancangannya pun selesai dan dikenakan oleh seorang model yang duduk di kursi karya Leonard tadi. Tugas pun berpindah ke tangan fotografer terkenal asal Bali, Dewandra Djelantik yang mengambil beberapa foto si model yang sedang duduk di kursi.Hasil foto tadi langsung ditransfer untuk diedit. Ya, ternyata fotografer tidak bisa lepas dari software dan perangkat lain, tidak hanya kamera dan kelengkapannya, untuk menghasilkan sebuah foto bagus."Sebenarnya tergantung klien, tetapi biasanya foto tetap harus diedit untuk menghilangkan atau memperbaiki beberapa hal," ujarnya.Proses pengeditan pun dimulai, latar belakang foto si model diubah menjadi hitam, beberapa bagian dari tubuh model pun dibenahi, seperti menghilangkan bekas hitam pada kulit kaki sang model.Fotografer dengan beberapa klien internasional ini bahkan memperbaiki komposisi wajah model menjadi lebih fokus dengan posisi mata kanan dan kiri lebih seimbang. Beberapa bagian tubuh juga dibuat lebih ramping, salah satunya lengan.Dewandra menggunakan Intuos karena lebih presisi dan memudahkannya melihat detail foto dibandingkan dengan menggunakan mouse atau trackpad pada komputer jinjing.Terakhir, Chris Lie, Ilustrator dan desainer grafis dalam waktu 15 menit mentransformasi model yang sedang duduk di kursi menjadi karakter yang bisa diaplikasikan dalam komik atau film animasi.Pemilik Caravan Studio ini mengaku dia memerlukan perangkat input intuitif untuk membantunya bekerja lebih mudah dan cepat untuk memenuhi tuntutan tenggat waktu dari klien.Chris merupakan ilustrator dengan karya internasional, seperti GI Joe, Transformers, Monster Hunter, hingga Street Fighter 4.Fitur unggulanIntuos5 hadir dengan berbagai fitur unggulan baru seperti kemampuan sensor multi touch untuk input yang intuitif, tampilan exspress view memfasilitasi kerja lebih efisien, dan kemampuan nirkabel sehingga pengguna bisa bekerja dari sudut manapun.Pen tablet ini juga bisa digunakan dengan dua cara, langsung disentuh dengan jari, atau menggunakan pena (grip pen) peka tekanan dan kemiringan. Jika ingin lebih hemat atau sudah memiliki pen tablet keluaran Wacon sebelumnya, pengguna bisa memakai pena yang digunakan selama ini.Dengan tampilan hitam doff, perangkat ini juga bisa membedakan antara tangan dan pena. Jika pena disentuhkan, otomatis kulit yang bersentuhan dengan layar tidak terbaca, tetapi saat pena tidak digunakan, otomatis membaca sentuhan jari-jari pemakainya.Wacom Intuos5 dilengkapi fitur multi touch untuk melakukan zoom, scroll, pan, dan rotasi hanya dengan membaca gerakan jari tangan. Tidak hanya membaca gerakan tangan versi Windows dan Mac, pengguna bisa menciptakan gerakan tangan sendiri untuk membuka fitur-fitur yang biasa digunakan dalam program Adobe Photoshop. (fita.indah@bisnis.co.id) (tw) 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: S&P ogah buat INVESTMENT GRADE?

+ INDONESIAN IDOL 2012: BELINDA pulang!

+ PESAWAT JATUH, 127 penumpang TEWAS

+ ACEH kembali diguncang GEMPA 5,9 SR

+ INDONESIAN BONDS sets for Weekly GAIN

+ MANCHESTER UNITED Value rises to $2.2 Billion

+ DAHLAN ISKAN mengintili TIGA PEREMPUAN

+ WISHNUTAMA mau buka RESTO dan bikin EO?

+ DIVE SITES: Indonesian big problem, FISHERMAN BLAST

 

 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top