INSIGHT BISNIS: Soros dan demokrasi

Margaret Tatcher, mantan perdana Ingris itu, sangat mengagumi pemikiran Adam Smith, khususnya yang terkandung dalam kalimat ini:: “Sebuah akibat yang tak terduga dari sebab yang direncanakan akan menjadi keuntungan bagi masyarakat luas".
News Editor | 15 April 2012 22:30 WIB

Margaret Tatcher, mantan perdana Ingris itu, sangat mengagumi pemikiran Adam Smith, khususnya yang terkandung dalam kalimat ini:: “Sebuah akibat yang tak terduga dari sebab yang direncanakan akan menjadi keuntungan bagi masyarakat luas".

Adam Smith adalah salah satu peletak dasar pasar bebas. Ketika dia memakai ungkapan 'tangan tak terlihat' (invisibe hand), dia membayangkan para tukang roti yang yang semula bekerja untuk kepentingan pribadi, tapi berdampak pada kebaikan publik. 

Kendati aktivitas ekonomis pribadi tidak selalu baik, tapi dia menentang kalau ada yang coba-coba mengatakan bahwa kepentingan pribadi itu buruk. Maka biarkan individu-individu bekerja apa saja yang menguntungkan bagi dirinya di pasar yang bebas dan penuh kompetisi. 

Menurut Smith, pasar memiliki kemampuan untuk mengoreksi diri. Kalau barang langkah, harga akan naik, itu berarti produksi harus ditingkatkan, konsumsi dikoreksi, agar keseimbangan harga pun terjadi lagi. 

Pikiran inilah yang dikritik John Maynard Keynes (1883-1946). Sebaliknya, kata Keynes, kegiatan ekonomi masyarakat tidak selalu efisien, maka tidak bisa dibiarkan bergerak sendiri. 

Maka butuh campur tangan pemerintah malalui dua cara utama, yaitu sektor moneter yang membiarkan bank sentral yang mengatur suku bunga, dan sektor fiskal yang memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk mengatur anggaran.Si tukang roti, ketika usahanya menurun, butuh sentuhan pemerintah dengan memainkan suku bunga dan anggaran, agar ekonomi kembali berputar, pendapatan masyarakat meningkat sehingga mereka bisa membeli lagi roti yang ditawari.Intinya regulasi dan kebijakan pemerintah sangat penting agar perekomian berjalan baik. Pasar perlu selalu dilindungi melalui sebuah intervensi agar manusia yang yang memiliki semangat seperti binatang (animal spirit) selalu dijaga, dievaluasi dan dikoreksi.Kita menyaksikan berbagai krisis yang terjadi selama ini---termasuk krisis berkepanjangan di Eropa--tidak terlepas dari pasar yang dibiarkan berjalan sendiri, tanpa kendali.Menurut George Soros dalam bukunya The Alchemy of Financial (2007) dan The Paradigm for Financial Markets (2008), intervensi itu sebuah keharusan, regulasi yang ketat harus diniatkan secara baik.Tentu terutama berlaku di pasar modal dan pasar finansial, karena di sana fundamentalisme pasar sepertinya menemukan tempat yang subur. Melalui kegilaan pada sekuritisasi dengan penggunaan leverage (pembengkakan nilai aset) untuk menekan risiko, kegiatan ekonomi pribadi membawa dampak yang destruktif pada publik. Apa yang dicita-citakan Smith tak berlaku lagi di sini. 

Soros adalah penganut dan pejuang ide masyarakat terbuka (open society). Istilah open society digunakan pertama kali oleh Henri Bergson dalam bukunya The Two Sources of Morality and Religion (1932). 

Karl Popper kemudian menyebarluaskan ide itu. Kata dia, komunisme dan ideologi Nazi adalah musuh masyarakat terbuka yang menjunjung tinggi hak-hak warganya, menopang kebebasan, termasuk kebebasan untuk memilih dan berbicara. Mereka musuh demokrasi. 

Komunisme, Nazi dan ideologi apa pun yang totalitarian meyakini bahwa mereka pemilik kebenaran tertinggi, bukan yang lain. Maka di sana ada pemaksaan kehendak, penindasan, tak ada lagi kebebasan.

 

Soros lebih dari itu, berpendirian bahwa sistem ekonomi yang mengusung fundamentalisme pasar juga musuh bagi open society, perusak demokrasi. Dia lalu mengajukan sebuah teori refleksivitas.

 

Teori itu dimulai dengan pertanyaan seperti yang diajukan Popper, mengapa tidak pernah ada seseorang berhak mengklain memiliki kebenaran tertinggi?

 

Menurut dia karena kita semua sama-sama sedang berusaha memahami dunia yang sama, dan persepsi kita masing-masing mempengaruhi realitas dimana kita terlibat. 

Soros mengatakan dalam fakta sosial, terjadi mekanisme umpan balik, hubungan dua arah, antara pikiran dan kejadian yang dihadapi. Itu sebabnya, persepsi pribadi menjadi sangat penting. 

Ketika harga dipasar tidak lagi ditentukan hanya oleh hukum permintaan dan penawaran, tapi juga persepsi, teori refleksivitas harus disadari. 

Menurut Soros, persepsi para pemain pasar (partisipan) satu sama lain tidak sama, demikian juga dengan para regulator. 

Itu sebabnya keseimbangan pasar tidak pernah ada. Dengan menolak hukum keseimbangan baru (equilibrium theory), persepsi masing-masing menjadi ketidakpastian dalam sebuah alur peristiwa, termasuk peristiwa finansial. 

Menurut Soros, relasi refleksif dua arah antara persepsi dan realitas dapat membuat proses boom-bust (gelembung-peluruhan) yang semula dianggap memperkuat diri menuju kseimbangan baru, pada kenyataan berujung pada penghancuran. 

Soros memahami sejarah finansial sebagai peristiwa sosial yang melibatkan partisipan yang mampu berpikir dengan pandangan sendiri yang bisa bias dan menyimpang dari persepsi yang lain. Ketidakpastian. 

Sebagai misal, terhadap harga saham A senilai Rp5000, para analis bisa punya rekomendasi sendiri-sendiri, bisa beli, bisa jual, atau mehanan sejenak. 

Maklum, mereka punya persepsi dan kepentingan sendiri-sendiri. Di ujung rekomendasi mereka cuma letakkan pernyataan disclaimer, artinya mereka tidak bertanggungjawab pada keputusan investasi dan risiko yang diambil orang lain. 

Ketidakpastian dan kebiasaan para pemain pasar inilah yang menjadi alasan keharusan sebuah intervensi dan regulasi yang terkendali. Perhatikan kata-kata Soros berikut ini: "Ide bahwa manajemen risiko dapat diserahkan kepada para partisipan adalah sebuah penyimpangan." 

Pemikiran Soros ini perlu direnungi terus-menerus ketika kita sedang gencar-gencar membangun peradaban demokrasi, termasuk di bidang ekonomi. Pemimpin yang tidak tegas dengan regulasi, atau tidak sigap melakukan intervensi saat partisipan pasar mulai liar dalam persepsi dan investasi, adalah musuh demokrasi, pecundang masyarakat terbuka.

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Harga emas setelah naik turun

+ PAK DOMO, orang kuat itu mangkat

+ Liga Champions: Di balik kekalahan REAL MADRID

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ CEPAT ITU PENTING, kata Dahlan Iskan

+ Bakrie Telecom masih urus izin penyelenggaraan

 

Sumber : Abraham Runga Mali

Tag :
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top