INFO CUACA: Suhu udara di Pontianak makin panas

PONTIANAK: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak memprakirakan cuaca panas yang terjadi di Kalimantan Barat masih akan terus meningkat hingga akhir April 2012."Bahkan, suhu panas di Kota Pontianak dan sekitarnya
News Editor
News Editor - Bisnis.com 03 April 2012  |  00:53 WIB

PONTIANAK: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak memprakirakan cuaca panas yang terjadi di Kalimantan Barat masih akan terus meningkat hingga akhir April 2012."Bahkan, suhu panas di Kota Pontianak dan sekitarnya mencapai 35 derajat Celcius. Namun, peluang hujan masih akan terjadi merata di seluruh Kabupaten/kota di Kalbar dengan intensitas ringan hingga sedang," kata Prakirawan Cuaca BMKG Supadio Pontianak, Debi, di Sungai Raya, Senin.Menurutnya, curah hujan dengan intensitas sedang akan terjadi esok di Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Melawi, Ketapang, Sintang dan Kapuas Hulu dengan intensitas antara 0 milimeter hingga 20 milimeter pada sore harinya."Buktinya, hari ini turun hujan," tuturnya.Sebelumnya, Prakirawan Awan BMKG Supadio lainnya, Dasmian mengatakan, cuaca panas yang terjadi di Kalbar, khususnya di Pontianak dan sekitar itu dikarenakan pergerakan matahari."Sejumlah ahli menuturkan bahwa matahari kini bergerak ke utara, ke arah jarak yang paling dekat dengan bumi, karena dekat, panaslah bumi. Pergerakan itu juga menandai pergantian musim, karena ada masa transisi ke musim kemarau dan memang saat ini ada kalanya hujan, ada kalanya panas," kata Dasmian.Kemudian, ada hembusan angin pada lapisan atas. Pola angin itu cenderung menyebar, mengacak-acak sejumlah zat sehingga awan pun susah sekali terbentuk."Tekanan udara lebih banyak tertarik ke wilayah selatan bumi," ujar dia.Hal itu berdampak pada sedikitnya uap air tersisa yang menyebabkan sedikitnya curah hujan yang terjadi. Apalagi, lanjut dia, siklon tropis memiliki tekanan rendah sehingga menarik awan yang berada di selatan bumi.Siklon tropis memiliki tekanan jauh lebih rendah ketimbang udara di sekitarnya membuat awan tersedot dengan cepat. "Akibatnya terjadi perubahan cuaca dari yang biasanya hujan jadi panas," katanya. (Antara/arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top