KABAR JABAR: Harga Pertamax plus Rp10.350

BANDUNG: Sejumlah peristiwa ekonomi dan bisnis mewarnai sejumlah halaman koran yang terbit di Bandung hari ini, Senin 2 April 2012. Berikut ringkasannya:Harga PertamaxPertamina menetapkan harga terbaru untuk bahan bakar minyak jenis pertamax dan pertamax
News Editor | 02 April 2012 08:20 WIB

BANDUNG: Sejumlah peristiwa ekonomi dan bisnis mewarnai sejumlah halaman koran yang terbit di Bandung hari ini, Senin 2 April 2012. Berikut ringkasannya:Harga PertamaxPertamina menetapkan harga terbaru untuk bahan bakar minyak jenis pertamax dan pertamax plus per 1  April 2012 ini. Kenaikan harga tersebut sebesar Rp450-Rp650 per liter buat pertamax.Untuk di Jakarta, harga pertamax dipatok sebesar Rp10.200 per liternya. "Kalau pertamax plus Rp10.350 per liternya," kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina Mochamad Harun.Menurun Harun, kenaikan harga BBM dengan oktan minimal 92 ini berlaku juga untuk di seluruh Indonesia. Namun besaran harga pertamax maupun pertamax plus tidak sama di semua wilayah. (Tribun Jabar)Panen raya IndramayuPanen raya padi di wilayah Kabupaten Indramayu mulai terlihat. Hingga Maret 2012, produksi padi sudah mencapai 21.400 ton.

 

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Takmid Sarbini mengatakan, sejumlah petani diberbagai daerah mulai memanen padi mereka.Berdasarkan data, produksi padi yang cukup tinggi tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Terisi sebanyak 11.500 ton, Kecamatan Cikedung sebanyak 5.200 ton dan Kecamatan Bangodua sebanyak 1.200 ton.

 

“Panen di masing-masing kecamatan masih terus berlangsung. Harapannya produksi padi akan terus meningkat,” katanya.Ketua Wahana Masyarakat Tani Nelayan Indonesia (WAMTI) Kabupaten Indramayu Wawan Sugiarto mengatakan, Kabupaten Indramayu memiliki potensi yang besar dalam produksi padi. (Sindo)Investasi BandungRealisasi investasi Kota Bandung pada 2011 hanya sebesar Rp11,6 triliun, turun hingga 30% dibandingkan dengan investasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp16,6 triliun.Kepala Bidang Penanaman Modal Kota Bandung Aman Raksanagara mengatakan penurunan investasi ini tidak berarti buruk. Namun, ada sisi positif dan keuntungan bagi masyarakat Bandung.Menurut data investasi dari Bappeda, pada 2010 tenaga kerja yang diserap di Kota Bandung sebanyak 26.769 orang, sedangkan pada 2011 tenaga kerja yang diserap naik sekitar 139,5% atau mencapai 64.110 orang. (Bisnis Indonesia) (K38/Bsi)

Sumber : Ajijah

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top