Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Segitiga emas Semarang jadi incaran investor

SEMARANG: Lahan kawasan segitiga emas di Kota Semarang semakin diminati investor, hingga mendorong kenaikan harga tanah yang begitu cepat, di tengah membaiknya pengembangan sektor properti beberapa tahun terakhir.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 November 2011  |  18:26 WIB

SEMARANG: Lahan kawasan segitiga emas di Kota Semarang semakin diminati investor, hingga mendorong kenaikan harga tanah yang begitu cepat, di tengah membaiknya pengembangan sektor properti beberapa tahun terakhir.

 
Kawasan yang disebut-sebut sebagai segitiga emas oleh pengembang meliputi Jl. Gajahmada-Jl. Pandanaran-Jl. Pemuda hingga kawasan Simpanglima Semarang, itu kini lahannya semakin terbatas.
 
Di sepanjang Jl. Pandanaran mulai ujung bundaran Tugumuda hingga kawasan Simpanglima, tercatat harga tanah tertinggi mencapai Rp38 juta per meter persegi, dibanding jalan protokol lainnya. 
 
Harga tanah Jl. Gajahmada per meter persegi Rp25 juta dan Jl. Pemuda harga tanah Rp28 juta per meter persegi. Kawasan tersebut kini semakin dikenal sebagai segitiga emas di Kota Semarang oleh para pengembang.
 
Laksana Sunarko, Sekjen DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng, mengatakan di pusat Kota Semarang mulai bermunculan gedung bertingkat, tidak hanya bangunan mal, perhotelan dan perkantoran, tetapi apartemen pun mulai dikembangkan sejumlah investor.
 
Pengembang, lanjutnya, selama ini masih melirik kawasan pusat Kota Semarang dan mulai berebut lahan di kawasan segitiga emas, mengingat zona itu merupakan jantung bisnis di ibukota Jateng ini. Selain itu, pertumbuhan perdagangan semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. 
 
"Kondisi itu semakin mendorong harga tanah di segitiga emas terus melejit, meski sebelumnya kawasan tersebut hanya berkembang menjadi pusat kantor pemerintahan, perumahan dan relatif sedikit perhotelan pada era 1995-an," ujarnya.
  
Saat ini harga tanah di kawasan itu mencapai Rp38 juta per meter persegi dari semula hanya Rp5 juta per per meter persegi pada dekate 1990, mengalami kenaikan menjadi Rp14 juta pada 2000 dan naik lagi menjadi Rp20 juta pada 2007.
 
Sejumlah rumah yang telah terjual dua tahun lalu pun kini sudah dibangun menjadi gedung-gedung megah menjulang.  
 
Prospek pengembangan properti di Semarang berapa tahun terakhir berpotensi sangat cemerlang khususnya pada sektor perkantoran yang diikuti oleh apartemen, meski sebelumnya pasar retail ataupun mall mulai jenuh, karena jumlah pusat perbelanjaan yang semakin banyak.
 
Walikota Semarang Soemarmo mengatakan ekonomi di segitiga emas itu tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan kawasan pusat perdagangan lain d iwilayahnya. Bahkan tiga tahun terakhir ini sejumlah investor telah merealisasikan pembangunan properti seperti hotel berbintang lima, perkatoran, apartemen dan mall.
 
"Pusat Kota Semarang sekarang ini semakin dipenuhi bangunan gedung mewah menjulang. Dalam hitungan tahun Gedung Provinsi Jateng [Gubernuran] berlantai 12 yang berlokasi di sebelah selatan Simpanglima pun ketinggiannya nyaris tenggelam di antara gedung bertingkat di kawasan segitiga emas," ujarnya. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rachmat Sujianto

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top