Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mubarok sinyalir Freeport digoyang pengusaha tertentu

JAKARTA: Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Achmad Mubarok mensinyalir ada kelompok pengusaha yang berusaha ‘menggoyang’ PT Freeport Indonesia agar harga sahamnya turun.Menurut dia, tujuan menggoyang perusahaan asal Amerika Serikat
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 11 November 2011  |  19:47 WIB

JAKARTA: Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Achmad Mubarok mensinyalir ada kelompok pengusaha yang berusaha ‘menggoyang’ PT Freeport Indonesia agar harga sahamnya turun.Menurut dia, tujuan menggoyang perusahaan asal Amerika Serikat itu jelas, yakni untuk mengeruk keuntungan semata. Dengan turunnya harga saham, mereka akan melakukan aksi borong saham dan kemudian menjualnya dengan harga yang lebih baik.“Saya dengar, ada yang main-main di Freeport. Ada kelompok pedagang yang mementingkan bisnis daripada stabilitas negara. Mereka perlu dijewer supaya mau berfikir untuk kepentingan yang lebih besar,’’ kata Mubarok kepada wartawan hari ini. Hanya saja politisi senior itu tidak mau menyebutkan nama maupun kelompok pedagang yang bermain tersebut.Menurut Mubarok, dirinya juga mendengar adanya  kekuatan asing yang menginginkan agar Papua lepas dari Indonesia. Saat ditanya, apakah kekuatan asing tersebut juga bertujuan untuk menjatuhkan rezim yang sekarang, Mubarok langsung menjabat tidak ada tujuan ke arah sana.Menurut dia, sekarang ini Indonesia jadi rebutan antara Amerika Serikat dan China. Kedua negara itu  ingin Indonesia hanya jadi obyek saja. Amerika ingin menguras kekayaan Freeport, sementara China ingin menjadikan Indonesia sebagai pasar produk-produk mereka."Tapi daripada mengikuti AS, lebih baik kita mengikuti cara berfikir China. Karena AS lagi punya masalah di mana-mana. Di dalam negeri didemo. Di Eropa, Afganistan, Timur Tengah dan Libya, AS juga punya masalah. AS sangat ketakutan Indonesia tergiur rayuan China,’’ tegas Mubarok.Sementara Anggota Komisi I DPR Effendy Choirie mengatakan kalau Mubarok tahu, sebutkan saja nama-nama pengusaha yang bermain-main di Freeport."Datanya harus akurat, jangan salah lagi seperti ketika beritahukan soal keberadaan M. Nazaruddin. Mubarok beri info bahwa Nazaruddin ada di Brazil tapi nyatanya di Kolumbia,’’ kata Choirie.Soal Indonesia jadi rebutan AS dan Cina, Choirie menyatakan setuju dan membenarkannya. Menurutnya, demi terciptanya keseimbangan dunia, maka selain berteman dengan AS, Indonesia memang perlu merangkul China. Namun demikian dia menekankan jangan sampai ada warga negara Indonesia yang jadi agen atau anteknya AS atau China.“Kita harus bisa mengelola sumber daya alam kita untuk kebutuhan di dalam negeri, setelah itu baru setelah diekspor ke luar negeri,” ujarnya. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top