Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

'Beras impor bisa dialokasikan untuk raskin'

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 November 2011  |  16:43 WIB

 

MALANG: DPRD Kota Malang meminta agar penyaluran beras untuk keluarga miskin (raskin) tetap direalisasikan meski harus menggunakan beras impor.
 
Ketua Komisi D (Kesra) DPRD Kota Malang Christea Frisdiantara, mengatakan raskin itu merupakan hak dari keluarga miskin (gakin ) atau rumah tangga sasaran (RTS).
 
"Jika karena masalah stok beras Bulog dari impor lalu gakin tidak mendapaktan alokasi raskin,  kan, kasihan mereka. Raskin sangat diharapkan RTS. Beras sebanyak 15 kg itu sebenarnya hanya cukup untuk dua pekan," katanya hari ini.
 
Sebanyak 330.989 RTS di Malang Raya, yakni Kota Malang, Kota Batu,  Kabupatean Pasuruan, dan Kabupaten Pasuruan terancam tidak mendapatkan alokasi beras untuk keluarga miskin (raskin) karena adanya larangan dari Gubernur menyalurkan beras impor untuk penyaluran raskin maupun operasi pasar.
 
Bagi RTS, kata Cristea, asal beras tidak masalah. Yang penting, kebutuhan mereka atas bahan pokok tersebut terpenuhi.
 
Dia menilai menurut ketentuan tidak ada keharusan bahwa penyaluran raskin harus mengandalkan beras dari pengadaan Bulog sendiri. Beras untuk RTS bisa dari mana saja.
 
Lagi pula raskin tersebut sepenuhnya untuk memenuhi konsumsi. Dengan demikian, beras itu tidak untuk diperjual-belikan.
 
Dengan begitu maka tidak perlu ada kekhawatiran, dengan adanya penyaluran raskin untuk RTS menggunakan beras impor akan  mempengaruhi sisi penawaran beras di pasar sehingga berdampak pada turunnya harga beras lokal yang dapat merugikan petani.
 
"Saya terus terang  baru tahu kalau ada masalah seperti itu. Karena itulah Komisi D akan menggelar dengar pendapat dengan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat terkait masalah tersebut. Masalah tersebut jangan sampai berlarut-larut. Harus segera ada solusinya." (sut)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Choirul Anam

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top