Hamas dan Israel kompak tentang Abbas

JAKARTA: Secara mengejutkan kelompok Hamas dan Israel memiliki suara serupa menentang pidato Ketua Otorita Palestina Mahmoud Abbas dan upayanya mendapatkan pengakuan keangotaan negara tersebut di PBB.Seperti dikutip dari Israel Nation News, Juru bicara
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 24 September 2011  |  13:17 WIB

JAKARTA: Secara mengejutkan kelompok Hamas dan Israel memiliki suara serupa menentang pidato Ketua Otorita Palestina Mahmoud Abbas dan upayanya mendapatkan pengakuan keangotaan negara tersebut di PBB.Seperti dikutip dari Israel Nation News, Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan kepada kantor berita yang berbasis di Betlehem Ma'an  hari ini bahwa pidato Abbas gagal untuk membawa aspirasi Arab di Otoritas Palestina.Barhoum menegaskan dengan mengakui Israel dan mencari keanggotaan PBB untuk negara Palestina dengan 22% dari wilayah Palestina yang seharusnya, Abbas telah menurunkan hak-hak Palestina.Dia meminta Abbas untuk kembali ke dialog nasional yang komprehensif dan untuk mencapai rekonsiliasi dan bersatu Palestina.Hamas, yang memerintah Jalur Gaza, menandatangani perjanjian rekonsiliasi dengan Abbas sebagai pemimpin Fatah untuk memimpin wilayah Yudea dan Samaria pada Mei. Perjanjian tersebut menyerukan pembentukan pemerintah persatuan, tetapi mandeg begitu saja.Sebelumnya pentolan Hamas Gaza  Ismail Haniyeh mengatakan bahwa Otoritas Palestina tidak boleh meminta status kedaulatan negara, namun harus mendahulukan pembebasan tanah Palestina.Haniyeh beralasan, tidak ada jaminan dari 'hak kembali',  orang Arab atau pengungsi Palestina  sebelum perang Arab-Israel 1948, untuk kembali ke kota-kota Israel.Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pidato resminya di PBB meminta Abbas untuk kembali ke meja perundingan. "Presiden Abbas, mengapa kau tidak bergabung dengan saya? Mari kita selesaikan saja. Mari kita bernegosiasi damai! Sekarang kita berada di kota yang sama. Kami berada di gedung yang sama. Jadi mari kita bertemu di sini hari ini, di PBB! "(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top