Makassar minta pemutihan bunga utang

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l. investor Swiss lirik tanaman jarak dan Makassar minta penghapusan bunga utang.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Desember 2010  |  03:18 WIB

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l. investor Swiss lirik tanaman jarak dan Makassar minta penghapusan bunga utang.

POTENSI JARAK: Beberapa investor Swiss melirik potensi tanaman jarak di Sulawesi Selatan. Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulistyo, para investor tersebut menilai tanaman jarak belum maksimal dikembangkan.Dia menjelaskan tanaman jarak banyak ditanam di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, a.l. Kabupaten Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.Menurut dia, di daerah ini tanaman jarak masih jarang dilirik oleh investor."Biji tanaman jarak jika disuling bisa digunakan sebagai pengganti solar," katanya. (Koran Tempo Makassar)BUNGA UTANG: Pemerintah Kota Makassar akan membentuk tim khusus untuk memutihkan bunga utang, sebab jumlahnya dinilai terlampau besar dari utang pokok yang dikenakan oleh pemerintah pusat."Sudah ada rencana untuk membentuk tim pemutihan agar kami bisa membayar utang pokok saja dan tidak terbebani dengan bunga utang," kata Kepala bagian Keuangan Makassar Suwiknyo, Kamis.Besar utang pemerintah Kota Makassar mencapai Rp40 miliar. Padahal utang pokoknya hanya sekitar Rp29 miliar. Awalnya, menurut Suwiknyo, pemerintah Makassar akan mendapat pemutihan bunga utang dari Kementerian Keuangan, yang saat itu dipimpin oleh Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Tapi sejak dia pindah ke Bank Dunia, rencana pemutihan bunga tersebut tidak terealisasi. (Koran Tempo Makassar)OMZET HILANG: Para pedagang di Pusat Grosir Butung menolak tempat penampungan sementara, termasuk rencana relokasi ke Makassar Trade Centre (MTC) Karebosi.Para pedagang jutsru berharap pasar yang terbakar secepatnya direnovasi agar mereka bisa berjualan kembali. Pengelola Pusat Grosir Butung Arsyad Doloking mengatakan pihaknya sudah berbicara dengan para pedagang. Hasilnya, kata dia, pedagang belum mau direlokasi ke tempat penampungan sementara dan berharap tetap berjualan du Pusat Grosir Butung.Kepala Pasar Butung Natsir Tayyeb menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola untuk penampungan sementara pedagang. Alasannya, jika tidak dilakukan maka perekonomian sangat terganggu. (Fajar)LISTRIK TENAGA AIR: Krisis listrik rupanya menarik bagi pemilik modal. Investor dari Malaysia yakni Jana Kuasa Grup tengah menjajaki peluang menanamkan modalnya pada sektor kelistrikan hidromini di Gowa. Sementara pemodal dalam negeri yaitu PT Topniche Energy Indonesia akan memulai pembangunan PLTA Batu di Enrekang pada Januari 2011.Di Gowa, Jana Kuasa Grup mengincar aliran sungai di Kecamatan Tompobulu untuk pembangkit listrik tenaga hidromini berkapasitas 10 MW. (Fajar)UANG PALSU: Dua orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ditangkap polisi kemarin sekitar pukul 16.30. mereka diduga menjadi pengedar uang palsu.Kedua mahasiswa tersebut mengaku bernama Anto yang kuliah di jurusan PGSD dan Sahrul dari jurusan teknik elektro. Selain dua orang ini, aparat kepolisian juga menemukan printer dan scanner serta menangkap seorang anggota sindikat lainnya bernama Anca. (Tribun Timur)(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top