Pengusaha hiburan Ibu Kota terancam gigit jari

Sekretariat Redaksi | 08 Desember 2010 11:09 WIB

JAKARTA: Pengusaha tempat rekreasi dan hiburan di Jakarta terancam gigit jari akibat tidak bisa menikmati lonjakan omzet dari momentum perayaan Tahun Baru 2011 karena banyak pelanggan memilih untuk merayakan old and new di Singapura.

Ketua Harian Perhimpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum Jakarta Adrian Maelite mengatakan perayaan malam pergantian tahun itu seharusnya menjadi momentum yang ditunggu-tunggu pengusaha tempat rekreasi dan hiburan untuk mendongkrak omzet.

Namun, dalam situasi ekonomi nasional yang kurang menguntungkan dan turunnya daya beli sebagian pelanggan, pengusaha tempat rekreasi dan hiburan tidak bisa menggelar acara lebih spesial dengan tarif tiket lebih tinggi.

Sementara para pelanggan dari kalangan kelas menengah ke atas yang tidak tertarik dengan acara perayaan old and new yang digelar di sini, mereka akan pergi ke Singapura, Malaysia atau negara lain untuk merayakan Tahun Baru 2011 di sana, katanya di Jakarta, hari ini.

Dia mengatakan omzet perusahaan tempat rekreasi dan hiburan saat perayaan Tahun Baru 2011 diperkirakan turun sekitar 20% jika dibandingkan dengan omzet selama perayaan serupa yang diselenggarakan pada 2-3 tahun yang lalu.

Perkiraan penurunan omzet itu, lanjutnya, didasari atas banyaknya pelanggan yang sudah memesan tiket perjalanan atau tempat akomodasi di Pulau Sentosa Singapura, Genting Highland Malaysia, Macau Taiwan, dan negara jiran lainnya.

Menurut Adrian, promosi berbagai sarana wisata, rekreasi dan hiburan yang ada di Singapura dan Malaysia sudah beberapa bulan terakhir ini dipromosikan secara gencar melalui berbagai media di Tanah Air untuk menarik pengunjung.

Apalagi, tarif spesial perayaan menyambut tahun baru di Jakarta untuk keluarga dengan dua anak menginap di hotel berbintang selama 3 hari, berikut makan dan menyaksikan acara hiburannya mencapai sekitar Rp15 juta per paket.

Harga paket itu, lanjutnya, cukup mahal jika dibandingkan dengan paket serupa yang ditawarkan pengelola Pulau Sentosa Singapura, dengan hanya membayar Rp10 juta sudah mendapat banyak fasilitas hiburan dan rekreasi yang lebih menarik dan banyak beragamnya.

Apalagi sekarang, untuk pergi ke Singapura atau Malaysia tidak ada susahnya. Siapa siapa saja setiap saat bisa berangkat karena maskapai penerbangan menuju ke sana juga terus tersedia, ujarnya.

Adrian mengatakan pengusaha bersama pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI sedang membahas mengenai besaran tarif tertinggi dan terendah (harga tanda masuk/HTM) acara perayaan menyambut Tahun Baru 2011 di tempat rekreasi, hiburan, hotel dan restoran.

Harapan kami tarifnya dapat terjangkau oleh pelanggan dan tidak merugikan pengusaha, tetapi acara yang disajikan cukup menarik pengunjung. Dengan demikian para pelanggan tidak lari ke negeri jiran, ujarnya.

Sementara itu Alexander, seorang pengusaha Jakarta mengatakan sudah memesan hotel berbintang di kawasan Sentosa Island Singapura seharga sekitar Rp1,35 juta per malam untuk menikmati libur perayaan tahun baru bersama istri dan dua anaknya.

Saya sudah booking hotel dan akomodasi di Singapura untuk liburan tahun baru nanti, jauh hari sebelum banyak dipromosikan mengenai kegiatan merayakan old and new di sana. Saya tidak tahu sekarang lebih mahal atau sama saja, ujarnya.(yn)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top