Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sambut Baik Program Makan Siang Gratis, Menperin: Dampak Positif Bagi Industri Kecil dan Menengah

Mensos melihat bahwa program berbagi makan siang gratis ini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan atau kinerja industri manufaktur.
Ilustrasi program makan siang gratis yang diusung oleh pasangan Prabowo-Gibran. Dok Freepik
Ilustrasi program makan siang gratis yang diusung oleh pasangan Prabowo-Gibran. Dok Freepik

Bisnis.com, DENPASAR - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menganggap program makan siang gratis yang dicetus pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming merupakan program yang bagus.

Agus melihat bahwa program yang dicanangkan ini disinyalir memberikan multiplayer efek yang ditimbulkan.

“Program makan siang gratis untuk siswa itu ekonomisasinya saya sebagai Menteri Perindustrian (memandang) ekonomisasinya luar biasa besar,” kata Agus saat ditemui di Denpasar, Rabu (6/3/2024).

Agus menyampaikan program ini memiliki misi baik untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui asupan yang memiliki izin yang cukup.

Selain itu, eks Menteri Sosial (Mensos) itu melihat bahwa program berbagi makan siang gratis ini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan atau kinerja industri manufaktur.

“Kami di Kemenperin, juga melihat bahwa dalam konteks industri manufaktur pengolahan, ini merupakan suatu potensi yang luar biasa besar. multiplayer effect dari program makan siang gratis itu luar biasa besar,” ucapnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini menuturkan nantinya pelaku usaha industri dapat terlibat dalam program ini. Termasuk dalam ekosistem penyediaan makanan dalam program makan siang gratis ini.

“Industri kecil dan industri menengah pasti akan mendapatkan dampak yang sangat positif (dan) akan mendapatkan manfaat yang luar biasa,” ujar Agus.

Berdasarkan dokumen visi, misi, program kerja Prabowo—Gibran tercantum bahwa paslon nomor urut 02 itu memiliki program memberi makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil.

Dalam dokumen tersebut tercantum bahwa stunting (tengkes) adalah masalah konkret dan mendesak yang harus segera ditangani secara langsung dan massal oleh pemerintah untuk memastikan tercapainya kualitas SDM dan kualitas hidup yang baik.

Program ini dilakukan dengan memberikan makan siang harian kepada siswa pra-sekolah, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan pesantren.

“Bantuan gizi diberikan kepada ibu hamil dan balita di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesehatan dan membantu ekonomi keluarga,” tulis dokumen tersebut.

Adapun, program bantuan gizi ini menargetkan lebih dari 80 juta penerima manfaat dengan cakupan 100% pada 2029.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper