Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Preferensi Menteri Ekonomi Ganjar Jika Terpilih Jadi Presiden

Ganjar Pranowo memaparkan preferensi menteri ekonomi yang akan ditunjuknya apabila memenangkan Pilpres 2024.
Calon presiden Ganjar Pranowo, Jumat (8/12/2023) menegaskan tidak setuju gubernur Daerah Khusus Jakarta ditunjuk presiden.  JIBI/Bisnis-Surya Dua Artha Simanjuntak
Calon presiden Ganjar Pranowo, Jumat (8/12/2023) menegaskan tidak setuju gubernur Daerah Khusus Jakarta ditunjuk presiden. JIBI/Bisnis-Surya Dua Artha Simanjuntak

Bisnis.com, JAKARTA – Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo memaparkan preferensi menteri ekonomi yang akan ditunjuknya apabila memenangkan Pilpres 2024.

Ketika ditanya bagaimana pandangan kepresidenannya perihal seleksi talenta yang akan menangani perkara ekonomi, Ganjar menyebut akan mengutamakan aspek meritokrasi ketimbang faktor politis.

"Ada dua hal. Kalau tim yang ekonomi pasti kita ambil yang meritokrasi dulu. Orang bilang zeken kabinet, kabinet ahli," katanya dalam acara Dialog Capres Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Jakarta Selatan, Senin (11/12/2023).

Meskipun demikian, pasangan cawapres Mahfud MD ini beranggapan bahwa sosok tersebut akan lebih sempurna jika berstatus pula sebagai politisi. Dia juga mengatakan bahwa karakteristik tersebut juga dapat ditemukan seiring waktu dalam kepemimpinan seseorang.

"Kadang-kadang kita bisa menemukan pada sisi yang lain, dia punya talenta double dan multitalent. Dalam hal kemudian dia seperti itu, dan dia politisi, itu akan makin sempurna," lanjut Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini berpendapat bahwa jam terbang sebagai politisi itu akan membantu seseorang untuk bisa lebih cakap dalam dinamika penanganan ekonomi negara.

"Karena apa, ketika dia berhubungan dengan parlemen katakan, dia sudah mengerti, kalau berhubungan dengan parlemen itu cara bicaranya seperti ini, proses pengambilan keputusan atau decision making process-nya juga akan kelihatan, dan pada titik tertentu ini akan cukup lengkap," tuturnya.

Dirinya kemudian menyebut bahwa telah banyak contoh seseorang yang cakap secara teoretis, tetapi tidak tahan dengan proses politik dalam urusan perekonomian.

"Banyak kemudian kita mengambil, ini pinternya luar biasa, kita taruh, tapi begitu berhadapan dengan situasi seperti itu, tidak terlalu tahan melakukan itu. Tapi, meritokrasi dalam tim ekonomi menurut saya nomor satu," pungkas Ganjar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper