Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Trump: AS Harus Kurangi Pasokan Senjata ke Ukraina dan Negosiasi Damai

Mantan Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington harus mengurangi pasokan senjata ke Ukraina dan negosiasi damai.
Mantan Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat dia berjalan di lapangan resor golfnya, di Turnberry, Skotlandia 14 Juli 2018. REUTERS/Henry Nicholls/File Foto
Mantan Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat dia berjalan di lapangan resor golfnya, di Turnberry, Skotlandia 14 Juli 2018. REUTERS/Henry Nicholls/File Foto

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Washington harus bernegosiasi untuk penyelesaian damai di Ukraina dan tidak mengirim terlalu banyak bantuan militer. 

Dia menyatakan hal itu dalam sebuah wawancara di acara radio AS, Hugh Hewitt di situs web-nya pada Kamis (2/1/2023). 

"Saya pikir Amerika Serikat harus menegosiasikan perdamaian antara kedua negara ini, dan saya tidak berpikir mereka harus mengirimkan terlalu banyak (bantuan militer). Mereka harus menegosiasikan perdamaian," katanya. 

Mantan Presiden AS itu juga mengomentari terkait kemungkinan memasok Ukraina dengan jet tempur F-16.

Saat ditanyai soal keinginan untuk menghentikan bantuan ke Ukraina sekarang, Trump menjawab dia ingin membuat Ukraina dan Rusia berperang untuk terakhir kalinya. 

"Hal ini harus dihentikan, dan harus dihentikan sekarang," lanjutnya seperti dilansir dari TASS, Jumat (3/2/2023). 

Menurutnya, sekutu AS di Eropa harus berbuat lebih banyak, karena Eropa mungkin hanya melakukan sebagian kecil dari yang Washington lakukan. 

"Jelas, itu (konflik) buruk untuk semua orang, tetapi itu lebih memengaruhi Eropa daripada memengaruhi negara kita," tambahnya.

Trump sebelumnya mengkritik Presiden AS Joe Biden atas konflik di Ukraina, dan mengatakan tindakan AS dapat menyebabkan perang dunia ketiga. 

"Saya akan memiliki kesepakatan damai yang dinegosiasikan dalam 24 jam," kata Trump. 

Meski begitu, Trump tidak memberikan perincian tentang caranya untuk bisa berhasil membuktikan ucapannya itu.  Pada Senin (30/1/2023), Joe Biden mengatakan bahwa Washington tidak akan memasok jet tempur F-16 ke Ukraina.

Sehari setelah itu, Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Wojciech Skurkiewicz mengatakan bahwa masalah kemungkinan penyerahan pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Polandia ke Ukraina tidak menjadi bahan diskusi di tingkat resmi. 

Sedangkan, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak juga menekankan bahwa negaranya menganggap tidak pantas untuk memasok jet tempur ke Kyiv saat ini. 

Baru-baru ini, Kanselir Jerman, Olaf Scholz dan Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius berulang kali menyatakan bahwa Jerman tidak akan mengirimkan jet tempur ke Kyiv. 

Sementara itu, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa ketegangan seputar situasi di Ukraina meningkat, karena keputusan Washington dan tekanan AS terhadap negara lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper