Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Baleg DPR RI, KLHK, Kemen PUPR Bahas Prospek Revisi UU Persampahan

Pemerintah menilai secara substansi dan materi, UU 18/2008 tentang Persampahan telah komprehensif dan terintegrasi.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 26 November 2022  |  20:50 WIB
Baleg DPR RI, KLHK, Kemen PUPR Bahas Prospek Revisi UU Persampahan
Pemulung mencari barang bekas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (23/5/2022). ANTARA FOTO - Arnas Padda
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya bersama Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah menggelar rapat kerja (Raker) untuk membahas rencana revisi Undang-Undang (UU) Nomor 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah sebagaimana di agendakan oleh DPR, pada awal pecan ini.

Selain KLHK,  dalam Raker ini Baleg DPR RI juga mengundang Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal KementerianPUPR.

Menteri Siti pada Raker bersama Baleg DPR RI mengungkapkan pandangannya terhadap UU 18/2008. Menurutnya, secara substansi dan materi, UU 18/2008 telah komprehensif dan terintegrasi, menerapkan pengelolaan sampah dari hulu hingga ke hilir dengan melibatkan kolaborasi multistakeholder sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.

Menteri Siti juga mengungkapkan bahwa muatan UU 18/2008 cukup visioner, yang pada saat penyusunannya telah sesuai dengan perkembangan persoalan-persoalan persampahan secara global. "UU ini cukup dinamis mengikuti perkembangan zaman sehingga masih sangat relevan dalam menyelesaikan persoalan sampah yang magnitude dan dimensinya semakin kompleks dan berat saat ini dan di masa yang akan datang," ungkap Menteri Siti melalui siaran pers, dikutip Minggu (26/11/2022).

Menteri Siti melanjutkan, hal yang penting dan mendasar adalah UU 18/2008 sangat relevan dan tepat untuk mengatasi persoalan sampah. Karena itu, menurutnya, pemerintah tidak ada rencana untuk mengubah UU 18/2008.

Dia mengungkapkan berdasarkan peraturan itu, telah termuat dukungan kepada pemerintah daerah untuk memperbesar kapasitasnya, serta kemitraan dan partisipasi masyarakat dan dunia usaha. Selain itu, beleid itu juga telah mengatur pengawasan dan pendampingan, serta berdasarkan prinsip sirkular ekonomi.

UU 18/2008 telah memiliki beberapa regulasi turunan antara lain adalah: (1) PP No.81/2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga; (2) PP No.27/2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik; (3) Perpes No. 97/2017 tentang Jakstranas SRT SSSRT; (4) Perpres No. 83/2018  tentang Pengelolaan Sampah Laut; (5) Perpres No. 35/2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Di sisi lain, capaian kinerja pengelolaan sampah nasional hingga akhir 2021, berhasil mengelola sampah hingga sebesar 64,56 persen dari target 100 persen sampah terkelola pada tahun sebelumnya. Angka tersebut terdiri dari 15,62 persen kinerja pengurangan sampah nasional, dari target 30 persen pada 2025. Kemudian 48,94 persen capaian kinerja penanganan sampah nasional dari target 70 persen pada 2025.

Pemerintah telah memiliki basis data persampahan SIPS (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah) dari sumber data daerah. Pemerintah juga terus menjaga sistem yang ada dalam pengendalian  dan mendorong pengelolaan sampah melalui instrumen reward and punishement  seperti Adipura, sembari mendorong dengan reward Green Leadership melalui Nirwasita Tantra.

Hingga kini, Baleg DPR RI masih mempelajari materi penjelasan dan dari interaksi bersama KLHK dan PUPR. Selanjutnya Baleg DPRRI akan memberikan rekomendasi  tentang rencana selanjutnya tentang  UU Nomor 18/2008.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah Sampah Plastik klhk dpr ri
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top