Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

AS Akan Kirim Sistem Pertahanan Udara Canggih ke Ukraina

Amerika Serikat (AS) berjanji untuk mengirim bantuan keamanan kepada Ukraina, yang terbaru adalah sistem pertahanan udara canggih.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 11 Oktober 2022  |  10:39 WIB
AS Akan Kirim Sistem Pertahanan Udara Canggih ke Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) berjanji untuk terus mengirim bantuan keamanan kepada Ukraina, yang terbaru adalah sistem pertahanan udara canggih.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden AS Joe Biden kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, saat mereka berbicara lewat saluran telepon pada Senin (10/10/2022).

"Presiden Biden berjanji untuk terus memberikan dukungan yang dibutuhkan Ukraina untuk mempertahankan diri, termasuk sistem pertahanan udara canggih," ujar keterangan Gedung Putih AS, dikutip dari tass.com, Selasa (11/10/2022).

Bantuan pertahanan udara tersebut untuk merespon serangan masif yang belakangan diluncurkan oleh Rusia. Biden pun mengatakan serangan tersebut sangat tak masuk akal.

Oleh sebab itu, AS mengatakan negara-negara sekutu akan terus mendukung Ukraina. Tak hanya itu, mereka akan terus menghukum Rusia.

"Dia [Biden] juga menggarisbawahi akan terus terlibat dengan sekutu dan negara sahabat untuk terus memberikan sanksi pada Rusia," lanjut pernyataan Gedung Putih.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui pihaknya telah meluncurkan serangan besar-besaran kepada fasilitas energi, komunikasi, dan komando militer Ukraina. Dia memperingatkan Ukraina untuk berhenti melanjutkan serangan 'teroris' di Rusia jika tak mau akan menghadapi hukuman yang berat.

Sebelumnya, dia menyebut ledakan Jembatan Kerch yang menghubungkan Krimea dengan Rusia didalangi oleh pasukan militer khusus Ukraina. Putin bahkan menyebut ledakan tersebut merupakan serangan teroris, yang bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur krusial milik Rusia.

“Tak ada keraguan. Itu adalah serangan teroris yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil penting Rusia. [Serangan] itu diperintahkan, direncanakan, dan dilakukan oleh pasukan khusus Ukraina," ujar Putin dikutip dari TASS, Senin (10/10/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina vladimir putin
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top