Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Respons NasDem Usai Ni Luh Djelantik Keluar dan Ogah Dukung Anies

Pihak NasDem tak terlalu mempersoalkan langkah Ni Luh Djelantik yang keluar dari partai karena tolak dukung Anies Capres 2024.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 05 Oktober 2022  |  11:57 WIB
Respons NasDem Usai Ni Luh Djelantik Keluar dan Ogah Dukung Anies
Tangkapan layar dari Instagram Ni Luh Djelantik usai memutuskan keluar dari NasDem. - @niluhdjelantik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad H.M. Ali mengaku tak terlalu memikirkan ketika Niluh Djelantik memutuskan keluar dari partai.

Niluh, yang merupakan ketua bidang UMKM DPP Partai NasDem, memutuskan keluar dari partai besutan Surya Paloh tersebut. Pengumuman tersebut dia sampaikan lewat akun-akun media sosialnya, @niluhdjelantik. “Selamat tinggal NasDem,” tulisnya dalam keterangan, Senin (3/10/2022).

Ahmad Ali mengatakan, dalam berpartai memang hanya mengandalkan kesukarelaan, terutama kesukarelaan dipimpin. Oleh sebab itu, lanjutnya, ketika pimpinan partai sudah mengambil keputusan, para kadernya seharusnya mengikuti keputusan tersebut.

“Ketika partai sudah mengambil keputusan itu wajib hukumnya untuk dipedomani oleh semua kader,” ungkap Ali kepada wartawan, dikutip Rabu (4/10/2022).

Lanjutnya, jika keputusan partai tersebut tak sesuai prinsip pribadi maka pilihannya memang keluar dari partai. Ali menekankan, tak mungkin semua keinginan kader partai dipenuhi pimpinan partai.

Menurut Ali, Surya Paloh sudah berpesan bahwa deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) usungan NasDem akan jadi momentum melihat posisi kader di partai.

“Momentum kita untuk melihat loyalitas Kader dan momentum kita untuk melakukan bersih-bersih,” ujar Ali.

Dia menilai alasan Niluh keluar dari NasDem memang karena deklarasi Anies. Menurutnya, Niluh menganggap Anies menggunakan politik identitas dalam ajang pemilihan gubernur DKI Jakarta pada 2017.

Ali memang tak menampik hal tersebut. Meski begitu, dia mengatakan tak ada manusia yang sempurna. NasDem, lanjutnya, melihat kinerja Anies selama jadi gubernur Jakarta, tetap memikirkan hak minoritas.

“Menurut kami ketika Anies jadi gubernur, dia salah satu gubernur yang menjaga toleransi. Dia bisa menjaga kerukunan antar umat beragama di DKI. Dia menjadi gubernur untuk semua golongan, mengizinkan umat Kristen membangun gereja, menggunakan APBD untuk membantu Sekolah Minggu, dan lain-lain,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasdem Anies Baswedan
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top