Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Strategi Kuasa Lunak China, Ini Kata Para Pakar

Hubungan selaras antara China dan Indonesia merupakan salah satu buah dari strategi persuasif yang mulus dijalankan.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 21 September 2022  |  13:06 WIB
Mengenal Strategi Kuasa Lunak China, Ini Kata Para Pakar
Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping, di Villa 14, Diaoyutai State Guesthouse, Beijing, China Selasa (26/7/2022) / BPMI Setpres - Laily Rachev.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Hubungan harmonis Indonesia-China belakangan ini merupakan buah strategi kuasa lunak yang dilancarkan. Hal itu menurut para penggelut studi tentang China, merupakan salah satu strategi efektif selain menggunakan kekuatan finansial.

Ketua Forum Sinologi Indonesia Johanes Herlijanto mengungkapkan masyarakat Indonesia diharapkan tetap mempertahankan sikap kritis dalam mengonsumsi berita maupun konten hiburan dari China yang dapat diakses melalui media dalam negeri maupun platform media digital.Salah satu caranya adalah, misalnya, melalui upaya menyeimbangkan informasi asal negara tersebut dengan informasi yang berasal dari sumber-sumber yang bebas dari pengawasan pemerintah RRC. 

Forum Sinologi Indonesia adalah sebuah forum yang digagas oleh seorang sinolog senior, Prof. A. Dahana, untuk menumbuhkan studi tentang China dan masyarakat etnik Tionghoa di Indonesia.

Berdasarkan literatur politik dan diplomasi, Johanes membahas pandangan bahwa bahwa China merupakan sebuah “kekuatan normatif” (normative power), yaitu sebuah kekuatan yang berupaya membentuk norma agar sesuai dengan kepentingannya. Menurutnya, upaya China untuk membentuk norma dan mempengaruhi baik kelompok elit maupun masyarakat luas juga berlangsung di Indonesia.

“Selain menggunakan kekuatan finansial, khususnya melalui investasi di bidang infrastruktur dan pertambangan, China juga berupaya menanamkan pengaruhnya melalui bidang-bidang budaya. Namun strategi yang sangat efektif dalam menjangkau masyarakat adalah strategi media. Mengingat media merupakan alat yang sangat efektif untuk membangun sebuah hegemoni, maka memahami strategi media China di Indonesia menjadi sesuatu yang penting untuk kita lakukan,” kata Johanes rilis pers diskusi “Soft Power China Melalui Media di Indonesia”, dikutip Rabu (21/9/2022).

Diskusi itupun dihadiri para pakar studi tentang China sebagai pembicara, yaitu Dr. Rahadjeng Pulungsari Hadi, pakar China dan Cultural Studies dari Universitas Indonesia, dan Susi Tekunan, M.A, mahasiswa doktoral asal Universitas Hawaii. 

Menurut Susy Tekunan, kuasa lunak sebagai digagas oleh profesor asal Amerika Serikat, Joseph Nye, biasanya bersumber pada budaya, nilai politik, dan kebijakan luar negeri.

“Cina sudah sejak lama berupaya membangun kuasa lunaknya. Sebagai contoh, Presiden Hu Jintao pada tahun 2007 sudah mengatakan, ‘Pembaharuan besar bangsa Cina akan disertai oleh budaya Cina yang maju.’  Sedangkan Presiden Xi Jinping pada 2014 mengatakan, ‘Kita harus meningkatkan kekuatan lunak Cina, memberikan narasi positif tentang Cina, dan mengkomunikasikan pesan-pesan Cina ke dunia dengan lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, pembicara berikutnya Dr Rahadjeng P.H,SS,MHum yang juga seorang Dosen dari Universitas Indonesia, mengatakan bahwa diplomasi Republik Rakyat Tiongkok adalah baik kepada tetangga, berupaya melayani, membuat rasa aman, membuat makmur bersama.

RRT melakukan pendekatan berbeda dengan Barat, Tiongkok memperkenalkan budayanya sebagai bagian soft power. “Strategi Tiongkok terhadap media tidak main-main. Sebanyak 57 negara menerima siaran dari RRT. Semua demi kepentingan mengubah pandangan, salah satunya Indonesia, atas Tiongkok bahwa Tiongkok hadir dengan rasa persahabatan bukan ancaman,” kata Rahadjeng.

Tidak hanya itu, menurutnya, membangun narasi positif tentang agama juga sangat penting bagi Tiongkok. “Kita diyakinkan bahwa Tiongkok bukan tanpa agama. Pemerintah Tiongkok juga berusaha mengambil hati rakyat Indonesia lewat media,” kata Rahadjeng lagi.

Menurut  Johanes, upaya menanamkan kuasa lunak di atas telah berlangsung pula di Indonesia. Dalam kurang lebih satu dasawarsa terakhir, RRC telah melakukan berbagai upaya untuk menghadirkan informasi yang ramah terhadap China di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china laut china selatan
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top