Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Indonesia Goes To Campus 2022 Menyemai Literasi Keuangan Digital di Kampus ITS Surabaya

Bisnis Indonesia Goes to Campus kembali digelar, ITS menjadi kampus kedua yang dipilih untuk menyebarkan literasi keuangan untuk Milenial & Gen Z
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 17 September 2022  |  12:04 WIB
Bisnis Indonesia Goes To Campus 2022 Menyemai Literasi Keuangan Digital di Kampus ITS Surabaya
Foto: Kegiatan Bisnis Indonesia Goes to Campus / ITS Surabaya
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Bisnis Indonesia Group kembali menggelar Bisnis Indonesia Goes to Campus (BGTC) 2022 yang diselenggarakan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya selama 15 - 16 September 2022.

Pada gelaran BGTC 2022 ini, Bisnis Indonesia ingin menyebarkan benih-benih literasi keuangan digital kepada kalangan muda milenial dan generasi Z dengan menghadirkan sejumlah narasum yakni seorang financial planner Mimien Susanto, Brand Marketing Lead GoPay Faiz Fashridjal dan Merchant Business CVM Lead Bank Jago, Yusuf Aria Putera. 

Redaktur Pelaksana Bisnis Indonesia, Gajah Kusumo menjelaskan BGTC merupakan sebuah program literasi yang ditujukan kepada milenial dan generasi Z sebagai tongkat estafet kemajuan bangsa untuk mengedukasi, menginspirasi dan memberikan pengetahuan terkait digitalisasi, finansial hingga jurnalistik.

“BGTC digelar sebagai upaya untuk mendekatkan mahasiswa dengan literasi dan inklusi keuangan dalam keseharian, sebab mahasiswa adalah agen perubahan yang diharapkan tercipta pemahaman atas produk digital dan manfaatnya sejak dini,” ujarnya dalam sambutan pembukaan BGTC 2022, Kamis (15/9/2022).

Dia menyebutkan, bahwa inklusi keuangan di Indonesaia dalam beberapa tahun mengalami peningkatkan dari 76,19 persen pada 2019 menjadi 83,6 persen pada 2021. Namun sayangnya, perkembangan inklusi keuangan ini tidak diikuti dengan pertumbuhan literasi keuangan yang masih mencapai 38,03 persen pada 2019.

Untuk itu, lanjutnya, BGTC berkolaborasi dengan ITS untuk mendorong inklusi keuangan dan digital sehingga masyarakat khususnya mahasiswa dapat menangkap pertumbuhan ekonomi di era digital.

“Ekonomi digital adalah kunci utama dalam pemulihan ekonomi, dan disokong oleh milenial dan Gen. Melalui ajang ini, kami berterima kasih kepada ITS yang telah membuka pintu masuk untuk menyebar benih-benih literasi digital,” imbuhnya 

Selain digelar di Surabaya, BGTC 2022 juga akan digelar di berbagai kampung di Indonesia seperti di Bogor, Jakarta, Pekanbaru, Makassar, dan akan ditutup di Samarinda.

Dekan Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital atau Faculty of Creative Design and Digital Business (CREABIZ) ITS, Imam Baihaqi mengatakan bahwa dunia digital mau tidak mau harus dihadapi. Saat ini dunia digital sudah mengalami transformasi yang cukup besar dan masif terutama terakselerasi oleh adanya pandemi Covid-19 sejak 2022.

“Jadi banyak perusahaan yang tadinya enggan bertransformasi digital akhirnya melaksanakan transformasi digital karena terpaksa, tapi kemudian terjadi contactless yang menjadi tantangan karena menyebabkan banyak jenis pekerjaan yang tidak lagi eksis, contohnya admin karena admin sudah bisa dilakukan secara digital dengan cepat,” jelasnya.

Brand Marketing Lead GoPay Faiz Fashridjalmengatakan sejalan dengan hal itu, GoPay sebagai aplikasi keuangan digital juga berupaya mendorong keseimbangan antara inklusi dengan literasi keuangan.

“Salah satu program GoPay untuk mendorong literasi ini adalah program Finansiap yang bisa ditemukan di gopay.co.id/finansiap. Program ini menyajikan konsep finansial seperti perencanaan keuangan, pengelolaan tabungan,” katanya.

Merchant Business CVM Lead Bank Jago, Yusuf Aria Putera mengatakan sebagai bank digital, Bank Jago membagikan 4 resep perencanaan keuangan kepada mahasiswa ITS.

Pertama, catat secara disiplin setiap pengeluaran sehari-hari. Kedua, perencanaan dengan aturan utang tidak boleh lebih dari 30 persen. Ketiga, disiplin dan konsisten serta sabar dalam menjalankan cara pertama dan kedua. Keempat, menggunakan aplikasi untuk memudahkan hidup. 

“Selama ini masyarakat masih kesulitan dalam mengatur keuangan, susah melakukan alokasi anggaran dan susah melakukan transfer/transaksi. Berangkat dari masalah itu, Bank Jago hadir untuk memberikan solusi digital untuk memudahkan budgeting keuangan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

literasi keuangan GoPay bank jago
Editor : Media Digital
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top