Hujan dan Kekeringan karena Perubahan Iklim?
Perubahan iklim adalah faktor terbesar. Menurut Daniel Swain, seorang ilmuwan iklim di University of California, meningkatnya suhu global berarti atmosfer yang lebih hangat dapat menampung lebih banyak uap air.
Setiap kenaikan 1 derajat celcius meningkatkan kapasitas air di udara sekitar 7 persen. Menurut Pusat Informasi Lingkungan Nasional AS, periode dari Januari hingga Juli 2022 akan menjadi yang terpanas keenam dalam 143 tahun secara global.
Swain mengungkapkan bahwa itu bisa meningkatkan batas atas bagaimana hujan lebat bisa terjadi karena atmosfer yang lebih hangat memungkinkan lebih banyak air untuk menguap.
“Proses yang sama juga meningkatkan kecenderungan atmosfer bertindak sebagai spons raksasa dan mengekstraksi air tambahan dari lanskap,” kata Swain.
Provinsi Sichuan China contohnya. Hanya beberapa pekan lalu, daerah itu dilanda kekeringan yang menyebabkan kekurangan listrik besar dan mengganggu bisnis bagi perusahaan termasuk Toyota Motor Corp. Sekarang, provinsi barat daya, salah satu yang terpadat di negara itu, dilanda banjir. Lebih dari 119.000 orang dievakuasi, dan pihak berwenang meminta lebih dari 300 tambang, termasuk 60 operasi batu bara, untuk menarik pekerja sebagai tindakan pencegahan keselamatan.
Di tempat-tempat seperti Colorado, Denver, baru-baru ini mengalami rekor curah hujan harian, hujan tersebut tidak meredakan dampak yang lebih dalam dari kekeringan berkepanjangan yang telah mencengkeram AS bagian Barat. Tapi curah hujan tersebut cukup untuk memicu banjir bandang, membatalkan penerbangan dan membahayakan rumah, properti, dan nyawa. Di New Mexico, sekitar 200 orang di taman nasional baru-baru ini terjebak selama beberapa jam saat hujan.
Baca Juga
Tempat-tempat lain, termasuk sebagian Australia, mengalami pergeseran yang lebih luas ke pola banjir. Pada awal tahun 2022, aliran badai yang tak henti-hentinya menyebabkan banjir besar di bagian tenggara benua itu. Dalam perkiraan tiga bulan, Biro Meteorologi Australia memperkirakan lebih banyak banjir akan terjadi.
"Dengan tanah basah, sungai tinggi, dan bendungan penuh, dan prospek musim semi untuk curah hujan di atas rata-rata, risiko banjir tetap tinggi di Australia timur," kata Biro Meteorologi Australia.
Di Pakistan, kelembapan ekstra di atmosfer memberi kekuatan lebih besar pada musim hujan tahunan.
Tentu saja, banjir telah mempengaruhi peradaban sejak awal. Sejak tahun 1980, 36 banjir besar di AS telah menyebabkan kerusakan senilai US$173,7 miliar di seluruh negeri, menurut Pusat Informasi Lingkungan Nasional. Tapi sekarang banjir ekstrem lebih sering terjadi.
"Jika kita tidak menyelesaikan masalah yang mendasarinya - selimut gas rumah kaca yang menebal dengan membakar bahan bakar fosil dan menebang hutan - peristiwa seperti ini akan lebih sering terjadi. Banjir akan meningkat, bertahan lebih lama, dan memengaruhi daerah yang biasanya aman,” pungkas Francis.