Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Perang Hari ke-175: Ukraina Luncurkan Serangan Balik ke Rusia

Ukraina memiliki kekuatan untuk meluncurkan serangan balik terhadap Rusia, seperti menghancurkan persimpangan kereta api utama.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 17 Agustus 2022  |  14:21 WIB
Update Perang Hari ke-175: Ukraina Luncurkan Serangan Balik ke Rusia
Anggota pasukan pro-Rusia berjalan melewati sebuah bangunan yang rusak akibat konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). REUTERS - Alexander Ermochenko
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Konflik Rusia vs Ukraina sudah memasuki hari ke-175 sejak awal invasi. Pada hari ini, penasehat utama Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak mengatakan bahwa kemungkinan dalam waktu dekat Ukraina akan terus melancarkan serangan terhadap Rusia.

Dalam wawancara eksklusif dengan The Guardian, Podolyak menyebut bahwa Ukraina akan mengacaukan militer Rusia dengan menyerang jalur pasokan mereka. 

Saat ini dilaporkan, Ukraina sudah memiliki kekuatan untuk meluncurkan serangan balik terhadap Rusia, seperti pada kejadian hancurnya persimpangan kereta api utama yang digunakan untuk memasok pasukan Rusia. 

Lalu, Ukraina juga bertanggung jawab atas serangan yang telah menghancurkan gudang amunisi Rusia dan gardu listrik sekitar 200 km dari garis depan dengan pasukan Ukraina. 

Ini update rangkuman konflik Rusia vs Ukraina hari ke-175 pada Rabu (17/8/2022):

Turki, Ukraina dan PBB Mulai Bahas Solusi Politik Untuk Konflik di Ukraina

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Turki Recep Tayyip akan bertemu untuk meninjau kesepakatan ekspor gandum di Lviv.  Mereka juga akan melakukan pembahasan mengenai solusi politik untuk konflik di Ukraina dan juga membahas bagaimana situasi di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia. 

Operator Nuklir Ukraina Dilanda Serangan Siber

Serangan siber terhadap operator nuklir Ukraina dilaporkan tidak mengganggu operasinya sama sekali, serangan ini dikatakan sebagai serangan siber yang paling kuat sejak dimulainya invasi. 

Operator tersebut juga mengisyaratkan bahwa kemungkinan serang siber ini diluncurkan oleh pihak Rusia. 

Kelompok Separatis Akan Bekerja Sama Dengan Korea Utara

Korea Utara dan kelompok separatis wilayah Donetsk Ukraina yang didukung Rusia akan melakukan kerja sama bilateral untuk sama-sama mendapatkan keuntungan. 

Kerja sama ini langsung disampaikan oleh Kepala Republik Rakyat Donetsk, Denis Pushilin yang telah memproklamirkan diri secara langsung, dalam sebuah surat kepada Kim Jong-un. 

Kapal Pengangkut Biji-bijian Telah Sampai di Suriah

Menurut sumber pengiriman dan data satelit, melaporkan bahwa saat ini kapal pertama yang meninggalkan Ukraina di bawah kesepakatan ekspor biji-bijian dikabarkan telah berlabuh di Suriah. Sementara itu, Kapal lain yang membawa kargo makanan juga dikabarkan sudah menuju Afrika. 

Rusia Peringatkan Inggris Soal Rencana Penerbangan Pesawat Mata-mata

Kementerian pertahanan Rusia telah memperingatkan Inggris terhadap rencana penerbangan pesawat mata-mata, RC-135 di atas wilayah Rusia, dengan mengatakan bahwa angkatan udara Rusia telah diberi perintah untuk mencegah penyusupan apapun. 

Menurut Rusia, hal ini bisa jadi sebagai tindakan provokasi yang disengaja oleh pihak Inggris. 

Estonia Tidak Mau Ikut Campur Dalam Konflik di Ukraina 

Pihak berwenang Estonia telah memindahkan tank era Soviet dari alasnya di kota timur Narva, pemindahan ini akan memindahkan sekitar 200 hingga 400 monumen yang telah dijanjikan pemerintah untuk dihancurkan pada akhir tahun. 

Menurut Perdana Menteri Estonia, Kaja Kallas mengatakan bahwa negaranya tidak ingin melihat konflik ini menganggu ke damaian di wilayahnya. 

Estonia juga dikabarkan akan menutup perbatasannya dengan lebih dari 50.000 orang Rusia pada pekan ini. 

Finlandia Tetapkan Kebijakan Baru Untuk Turis Rusia

Finlandia mengumumkan akan memangkas jumlah visa yang dikeluarkan untuk Rusia menjadi 10 persen dari volume saat ini mulai 1 September setelah turis Rusia terlihat mulai menggunakan Finlandia sebagai pintu gerbang dengan tujuan liburan ke Eropa.

Finlandia juga akan bergabung dengan negara-negara Baltik dalam usulan penghentian perjanjian fasilitasi visa UE dengan Rusia. 

Hal tersebut sebagai upaya Finlandia untuk membatasi turis Rusia, karena usulan tersebut akan meningkatkan harga visa turis dari US$35 menjadi US$81.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi rusia Perang Rusia Ukraina Ukraina Rusia
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top