Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Solusi Atasi Perubahan Iklim, Ini Kata Maudy Ayunda Jubir G20

Isu kebudayaan penting untuk dibahas dalam ajang G20 karena ada banyak local wisdom dari berbagai negara yang bisa menjadi menghadapi krisis iklim.
Jubir Presidensi G20 Maudy Ayunda/Youtube Setkab RI
Jubir Presidensi G20 Maudy Ayunda/Youtube Setkab RI

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara G20 Maudy Ayunda menyatakan bahwa isu kebudayaan penting untuk dibahas dalam ajang G20 karena ada banyak local wisdom dari berbagai negara yang bisa didiskusikan dan menjadi kekayaan bersama dalam menghadapi krisis iklim.

Dia juga mengajak anak muda untuk mengenal lebih bayak lagi terkait kearifan lokal kita, sebab ada banyak kebudayaan lokal yang sebenarnya bisa diadopsi untuk menjaga kelestarian bumi dari ancaman perubahan iklim.

“Generasi muda sekarang sangat awareness dengan krisis iklim. Tetapi bagaimana menghubungkan itu dengan aspek kebudayaan. Makanya saya mengajak anak muda untuk menggunakan keingintahuan kita mengenal lebih dalam lagi kearifan lokal ini karena ada banyak kearifan lokal yang bisa diandalkan untuk mengatasi perubahan iklim,” ujarnya seperti dikutip, Minggu (14/08/2022).

Ia menerangkan bahwa Indonesia sudah melakukan banyak terobosan berskala global untuk bersama sama memulihkan kondisi pasca pandemi, salah satunya inisiasi agenda pemulihan global melalui aksi gotong rotong dengan jalan kebudayaan untuk hidup yang berkelanjutan.

Pada masa mendatang, tuturnya, kebutuhan untuk membiayai perubahan iklim kian besar. Kendaraan bermotor menyumbang 70 persen atas pencemaran senyawa berbahaya yang menyebabkan polusi udara, polusi juga terjadi pada makanan.

Bank Dunia, lanjutnya juga memperkirakan manusia membuang lebih dari dua milliar ton sampah per tahun. “Jadi bayangkan semakin besar lagi kebutuhan gaya hidup yang berkelanjutan untuk menyelamatkan bumi dan lingkungan yang alami banyak kerusakan karena aksi manusia.” ucapnya.

Atasi Krisis Iklim Melalui Kebudayaan

Salah satu cara yang tepat untuk mengatasi krisis itu menurutnya melalui kebudayaan. Ada banyak kebudayaan masa lalu yang bisa dipelajari dan sekarang hidup. Ada kearifan lokal seperti sistem irigasi subak di Bali, Nyabuk Gunung praktik bercocok tanam di Jawa yang sebenarnya untuk konservasi lahan.

Kebudayaan yang dimaksudkan ialah perspektif yang turun temurun, mengembalikan ke aslinya, local wisdom. Ada juga dalam konsep resicle economy yakni mengambil secukupnya dan mengembalikan ke bumi sisanya.

Kendala saat ini lanjut Maudy ialah bagaimana menghubungkan kebudayaan atau kearifan lokal dengan anak muda, sebab anak generasi milenial saat ini sudah sangat sadar dengan ancaman perubahan iklim hanya bagaimana menyambungkannya dengan kearifan lokal.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper