Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menlu Ungkap Detik-Detik Penyelamatan 55 WNI yang Disekap di Kamboja

Dari 60 WNI yang disekap di Kamboja, 55 orang di antaranya telah berhasil diselamatkan, sedangkan 5 WNI lainnya masih dalam proses evakuasi.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 31 Juli 2022  |  01:03 WIB
Menlu Ungkap Detik-Detik Penyelamatan 55 WNI yang Disekap di Kamboja
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersiap mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno L.P. Marsudi menyampaikan kronologi terkait upaya penyelamatan terhadap sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penyekapan di Kamboja.

Menlu Retno mengatakan dari 60 WNI yang disekap, 55 orang di antaranya telah berhasil diselamatkan, sedangkan 5 WNI lainnya masih dalam proses evakuasi.

Sejumlah WNI tersebut menjadi korban penyekapan perusahaan online scam di Sihanoukville, Kamboja. Para WNI menjadi korban penipuan mafia rekrutmen Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural untuk bekerja di perusahaan investasi maupun teknologi informasi di Kamboja.

"Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, pada malam hari ini kami telah mendapatkan konfirmasi bahwa 55 orang WNI telah berhasil diselamatkan. 5 WNI lainnya masih berproses pemidahannya, atau saat ini sedang diupayakan untuk evakuasi," kata Menlu dalam keterangan pers, Sabtu (29/7/2022).

Menlu mengatakan upaya penyelamatan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kondisi para WNI tersebut. Berrbagai upaya untuk melakukan evakuasi dan mengamankan para WNI terus dilakukan. Upaya juga dilakukan langsung pada tingkat tinggi.

Dia mengungkapkan pada Jumat (29/7/2022), Kemenlu melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Kamboja untuk meminta bantuan agar para WNI tersebut dapat segera dikeluarkan dengan selamat dari tempat penyekapan secepat mungkin.
 
"Menlu Kamboja Prak Sokhoon langsung memberikan respons dan langsung menyampaikan akan berkoordinasi dengan kepolisian Kamboja mengenai masalah ini," ujar Retno.
 
Tidak lama setelah respons pertama, Retno mengatakan Menlu Kamboja menyampaikan informasi kedua bahwa tim khusus akan diterjunkan pada Jumat (29/7/2022) pagi.
 
Dia mengatakan kalimat yang disampaikan Menlu Kamboja adalah “the Chief of Police is sending another team tomorrow morning to look after this case.”
 
"Alhamdulillah tim khusus Kamboja telah berhasil menyelamatkan para WNI dan membawa 55 orang WNI ke tempat aman. Sekali lagi, sementara itu 5 WNI lainnya masih dalam proses. Ke-55 WNI tersebut semuanya dalam kondisi sehat," jelasnya.
 
Retno menyatakan koordinasi akan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi ada kasus serupa yang saat ini juga dialami WNI di Kamboja. Tim KBRI, imbuhnya, juga sudah berada di Sihanoukville guna membantu evakuasi.
 
Lebih lanjut, dia menjelaskan pascaevakuasi ke lokasi aman, ada beberapa hal yang akan dilakukan. Pertama, pihak Kepolisian akan melakukan BAP untuk bahan penyelidikan lebih lanjut.
 
Kedua, para WNI akan diserahterimakan kepada KBRI Phnom Penh dan akan dipindahkan dari Sihanoukville ke Phnom Penh.
 
Ketiga, sesuai SOP, staf KBRI akan melakukan wawancara berdasarkan screening indikasi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan selanjutnya akan direpatriasi ke Indonesia.
 
"Izinkan pada kesempatan ini saya sampaikan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah dan otoritas Kamboja atas kerja sama dan bantuan dalam proses evakuasi ini," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu menlu wni penyekapan Pekerja Migran Indonesia
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top