Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ditemukan Subvarian Covid-19 BA.5 di Shanghai, Siap-siap Lockdown Lagi?

Shanghai mencatatkan kasus pertama subvarian BA.5, memunculkan kekhawatiran pemberlakuan kembali lockdown di pusat keuangan China itu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 11 Juli 2022  |  00:30 WIB
Ditemukan Subvarian Covid-19 BA.5 di Shanghai, Siap-siap Lockdown Lagi?
Seorang petugas kesehatan dengan alat pelindung mengarahkan seorang penduduk di stasiun pengujian Covid-19 di Shanghai, China, Minggu, (10/7 - 2022). Kasus Covid/19 di Shanghai terus meningkat, mendorong pihak berwenang untuk memasukkan lebih banyak daerah ke kategori berisiko tinggi dan memicu ketakutan bahwa pusat keuangan China dapat memperketat pembatasan pergerakan lagi. Bloomberg / Qilai Shen
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Shanghai melaporkan kasus pertama subvarian baru BA.5 pada Minggu, (10/7/2022), memicu kekhawatiran lockdown akan kembali diberlakukan.

Zhao Dandan, Wakil Kepala Komisi Kesehatan Shanghai, mengatakan pada konferensi pers bahwa kasus itu ditemukan pada Jumat pekan lalu. Tes massal untuk Covid akan dilakukan dua kali antara 12 Juli dan 14 Juli di sembilan distrik.

Dilansir Bloomberg, Senin (11/7/2022), munculnya subvarian yang sangat menular di pusat keuangan China itu mengikuti penyebaran BA.5 di kota-kota lain, sebuah perkembangan yang menguji komitmen berkelanjutan negara tersebut terhadap kebijakan Covid Zero.

Presiden Xi Jinping mengatakan pemerintahnya akan lebih menoleransi dampak sementara pada ekonomi daripada membiarkan Covid merusak keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Pada Sabtu, (9/7/2022), Shanghai melaporkan 57 infeksi baru dibandingkan dengan 59 pada sehari sebelumnya. Kota itu menambahkan 38 area berisiko menengah dan satu area berisiko tinggi, setelah mengidentifikasi 40 area berisiko menengah dan tiga area berisiko tinggi sehari sebelumnya. Area dan kompleks tempat tinggal orang yang terinfeksi diidentifikasi berisiko.

Menurut data dari Komsisi Kesehatan Nasional, China mencatatkan total 344 kasus, dengan Anhui tetap menjadi provinsi dengan infeksi terbanyak. Jumlah kasus harian di negara itu meningkat menjadi lebih dari 100 pada akhir Juni setelah turun menjadi dua digit di tengah lockdown penuh dan sebagian di kota-kota besar.

Beijing, yang bersama dengan Shanghai sebelumnya mengalami pembatasan pergerakan yang ketat, melaporkan tidak ada kasus baru mulai Sabtu.

Para pemimpin China belum mengubah target pertumbuhan ekonominya sekitar 5,5 persen tahun ini dan telah meningkatkan stimulus untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan dan menurunkan tingkat pengangguran yang meningkat.

Sementara itu, Haikou, ibu kota Provinsi Hainan di selatan China, melarang operasional kendaraan dan menutup akses masyarakat untuk meninggalkan Pulau Haidian, mulai pukul 09:30 Minggu waktu setempat dan mendesak warga untuk tinggal di rumah.

Pihak berwenang beralasan telah mendeteksi hasil "abnormal" dalam empat tabung dari tes Covid yang dilakukan sehari sebelumnya dengan lebih dari 150.000 sampel. Kota itu memberlakukan pembatasan sementara pada Sabtu yang menutup sebagian besar bisnis dan tempat-tempat umum untuk minggu depan.

Adapun, Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, melakukan tes terhadap hampir 6,3 juta orang selama sehari terakhir dan mengidentifikasi dua kompleks sebagai daerah berisiko menengah, meminta warga untuk tidak meninggalkan lingkungan mereka.

Di Makau, pemerintah melaporkan 93 kasus baru mulai Sabtu, menjadikan jumlah total infeksi dalam wabah terbaru menjadi 1.467. Pusat perjudian akan menutup hampir semua tempat bisnis termasuk kasino selama seminggu mulai Senin, memberlakukan kembali pembatasan ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

shanghai Covid-19 Lockdown china Covid-19 varian BA4 dan BA5
Editor : Reni Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top