Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-134: Rusia Siapkan Target Baru, Ukraina Tak Gentar

Hampir 9 juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak Rusia menginvasi. Kini Rusia kian agresif meningkatkan serangan.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  12:37 WIB
Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-134: Rusia Siapkan Target Baru, Ukraina Tak Gentar
Salah satu apartemen di kota Kharkiv, Ukraina yang dibom oleh pasukan Rusia - The Moscow Times

Bisnis.com, JAKARTA - Konflik Rusia vs Ukraina sudah memasuki hari ke-134 sejak awal invasi. Pada hari ke-134, Rusia mulai menargetkan wilayah baru sebagai sasaran selanjutnya setelah berhasil mengambil alih kota Lysychansk.

Menurut intelijen Inggris target baru Rusia itu adalah wilayah Donetsk, atas ancaman serangan baru ini Gubernur Donetsk, Pavlo Krylenko mendesak warganya dengan jumlah 350.000 orang untuk mengungsi dari kawasan itu.  

Sementara itu, melihat gempuran yang dilakukan Rusia kembali terjadi, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky tidak akan tinggal diam. Pasalnya, saat ini senjata berat dari sekutu barat telah datang dengan “kapasitas penuh” di garis depan.

Zelensky dalam pidato malamnya mengatakan bahwa saat ini pasukan Ukraina mampu melakukan serangan balik dengan menargetkan gudang dan lokasi penting untuk penyimpanan logistik bagi Rusia.

Update rangkuman konflik Rusia vs Ukraina hari ke-134 yang dirangkum The Guardian pada Selasa (7/7/2022), sebagai berikut:

Tidak Padam, Pelawanan Ukraina di Lyschansk Masih Berlangsung

Menurut Gubernur Luhansk, Serhiy Gaidai mengatakan perlawanan tetap berlangsung di desa-desa sekitar Lysychansk, yang di mana 15.000 warga sipil tetap tinggal. Gaidai juga menuduh pasukan Putin terlibat dalam kebijakan pembakaran dan menghancurkan segala sesuatu di kota yang sudah diambil alih itu.

Ukraina Tepis Kabar Gudang Amunisi Mereka Dihancurkan Rusia

Ukraina telah menepis klaim bahwa pasukan Rusia telah menghancurkan dua sistem roket canggih Himars dan gudang amunisi mereka di Ukraina timur. Staf umum Ukraina mengatakan klaim dari kementerian pertahanan Rusia itu palsu.

Kunjungan Taoiseach Irlandia ke Ukraina

Taoiseach (Perdana Menteri) Irlandia, Michael Martin, mengunjungi pinggiran kota yang dilanda perang seperti Borodianka, Bucha dan Irpin yang berada di pinggiran Kyiv. Martin mengatakan dia dan presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky akan membahas solusi dari ancaman keamanan pangan, krisis energi dan persiapan paket sanksi ketujuh terhadap Rusia.

Rusia Diam-Diam Menjual Gandum ke Timur Tengah

Kepala administrasi wilayah Zaporizhzhia yang diduduki Rusia di Ukraina, Yevgeny Balitsky, mengatakan wilayah itu berencana untuk menjual gandum dari Ukraina ke Timur Tengah. Negara-negara yang terlibat dalam kesepakatan itu adalah Irak, Iran, dan Arab Saudi. Sebagai informasi, Ukraina telah berulang kali menuduh Rusia mencuri gandum, namun tuduhan tersebut dibantah Rusia.

22 Persen Tanah Subur Ukraina Diduduki Rusia

Menurut NASA, Pasukan Rusia telah menduduki sekitar 22 persen dari tanah subur Ukraina. Sejak invasi Rusia ke Ukraina, NASA telah memusatkan perhatian pada dampak perang terhadap sistem pangan global. Temuannya telah mengungkapkan bahwa ladang Ukraina sebanyak 28 persen pada musim dingin dan 18 persen  tanaman pada musim semi saat ini dikuasai Rusia.

Bantuan Bahan Bakar Rusia ke Sri Lanka

Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa mengatakan dia meminta rekannya dari Rusia, Vladimir Putin untuk membantu mengimpor bahan bakar ke negaranya. Atas bantuan tersebut, Rajapaksa mentweet bahwa dia melakukan panggilan telepon  dengan Putin, sembari berterima kasih kepadanya atas semua dukungan yang diberikan oleh Rusia dalam krisis ekonomi terburuk ini.

Sistem Wajib Militer Baru Ukraina Dikritik Zelensky

Militer Ukraina mengumumkan rencana untuk memperkenalkan sistem wajib militer baru dengan melarang pria yang memenuhi syarat untuk wajib militer meninggalkan wilayahnya. 

Langkah tersebut, berdasarkan undang-undang dari tahun 1992 yang dimaksudkan untuk memungkinkan angkatan bersenjata negara itu menemukan calon wajib militer dengan lebih mudah, tetapi penetapan rencana itu dikritik oleh Zelensky karena staf umum tidak boleh membuat keputusan tanpa dirinya. 

PM Inggris Akui Bertemu Dengan Mantan Agen KGB

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson telah mengakui bahwa dia bertemu dengan mantan agen KGB, Alexander Lebedev. Johnson mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dia mengakui dia bertemu dengan mantan agen KGB dalam perjalanan ke Italia pada 2018 saat masih menjadi Menteri Luar Negeri.

UU Baru Akan Disahkan Rusia Sebagai Respon Kondisi Ekonomi

Parlemen Rusia telah terburu-buru akan mengesahkan dua undang-undang yang memberlakukan kontrol ketat terhadap kondisi ekonomi saat ini, dalam undan-undang tersebut mengharuskan bisnis untuk memasok barang ke angkatan bersenjata dan mewajibkan karyawan di beberapa perusahaan untuk bekerja lembur. 

PBB Mencatat 9 Juta Warga Sipil Telah Meninggalkan Ukraina

Hampir 9 juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak Rusia menginvasi, kata badan pengungsi PBB. Dengan kondisi Rusia yang akan meningkatkan serangan, warga sipil dihimbau untuk melarikan diri jika memiliki kesempatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top