Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mantan CEO Amazon Diduga jadi Dalang Pembunuhan Istrinya

CEO Amazon Meksiko, Juan Carlos García diduga menyewa dua pembunuh bayaran dengan mahar US$9.000 atau sekitar Rp132 juta untuk menembak mati istrinya pada 2019. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  01:57 WIB
Mantan CEO Amazon Diduga jadi Dalang Pembunuhan Istrinya
Salah satu mantan CEO Amazon diduga menjadi dalam pembunuhan. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Mantan CEO Amazon Meksiko, Juan Carlos García, diduga menjadi dalam pembunuhan istrinya sendiri. Berdasarkan temuan pengadilan, dia diduga menyewa dua pembunuh bayaran dengan mahar US$9.000 atau sekitar Rp132 juta untuk menembak mati istrinya pada 2019. 

García sudah buron dan surat perintah penangkapannya sudah tersebar di 190 negara setelah dia dituduh mendalangi pembunuhan istrinya, Abril Pérez Sagaón. Pérez Sagaón ditembak di kepala oleh pengendara sepeda motor di Mexico City di depan dua anaknya di mobilnya. Menurut pihak berwenang, peristiwa tragis itu terjadi beberapa hari sebelum sidang yang dijadwalkan untuk kasus perceraian.
 
Seperti diwartakan The Independent mengutip El Pais, salah satu pembunuh yang disewa untuk membunuh Pérez bersaksi di pengadilan kota Meksiko. Dia mengatakan bahwa García menawarkan uang tambahan US$ 25.000 atau sekitar Rp369 juta rupiah untuk membunuh istrinya sebelum sidang.

Adapun Pérez Sagaón mengajukan gugatan cerai setelah García menuduhnya mencoba membunuhnya ketika sedang tidur dengan tongkat baseball. 

Setelah serangan itu, gambar-gambar grafis dari wajahnya yang berlumuran darah menjadi viral di media sosial dan membuat warganet geram.
 
Hampir 10 bulan kemudian atau persisnya pada 25 November, Pérez Sagaón tewas terbunuh. Ironis di hari kematiannya, PBB sedang merayakan Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan. Pembunuhan Pérez Sagaón itu pun, memicu kemarahan kelompok feminis yang melakukan demonstrasi.

García sebenarnya dibawa ke penahanan pra-persidangan selama 10 bulan setelah istrinya secara resmi menuduhnya melakukan percobaan pembunuhan, tetapi seorang hakim membebaskannya pada November 2021 menyusul perintah kontroversial yang menurunkan dakwaan menjadi kekerasan dalam rumah tangga. Pada persidangna, Hakim Federico Mosco González mempertanyakan maksud dari dugaan kejahatan yang akhirnya meringankan hukuman García.

Sebelum pembunuhan, Pérez mengajukan perintah penahanan terhadap García dan berjuang untuk mendapatkan hak asuh hukum atas ketiga anaknya.

Pada saat pembunuhan, Pérez baru saja kembali ke Mexico City dari Nuevo Leon untuk evaluasi mental yang diperintahkan pengadilan sehubungan dengan kasus tersebut. Dia sedang bepergian dengan pengacara dan anak-anaknya. Seorang pria tiba-tiba berjalan ke arah mobil yang berhenti di lampu lalu lintas dan menembaknya. Dia meninggal malam itu di rumah sakit.

Kantor berita Meksiko La Jornada mewartakan, beberapa hari setelah pembunuhan itu García diduga melarikan diri dari Meksiko dan masuk wilayah Amerika Serikat dengan jalan kaki menyeberang ke San Diego melalui Tijuana. García membantah tuduhan itu dan mengklaim tidak bersalah dalam sebuah surat yang dia kirim ke pejabat Mexico City pada 2019.

García diangkat sebagai CEO Amazon untuk wilayah Meksiko ketika raksasa e-commerce itu membuka kantor pertamanya pada 2014. Dia menduduki posisi tersebut hingga 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internasional pembunuhan amazon.com

Sumber : Tempo

Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top