Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menakar Prospek Finlandia dan Swedia Masuk Anggota NATO

Parlemen Finlandia maupun para legislator Swedia sama-sama memberikan dukungan atas rencana strategi pertahanan kedua negara tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 19 Mei 2022  |  20:37 WIB
Ilustrasi Tentara  - Reuters
Ilustrasi Tentara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Finlandia dan Swedia secara resmi mendaftar untuk bergabung dengan aliansi pertahanan global Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Rabu lalu sebagai tanda berakhirnya netralitas kedua negara sejak lebih dari 70 tahun terakhir.

Baik parlemen Finlandia maupun para legislator Swedia sama-sama memberikan dukungan atas rencana strategi pertahanan kedua negara tersebut.

Bahkan Partai Sosial Demokrat Swedia, yang selama ini menentang ide tersebut, kini berubah seratus delapan puluh derajat menjadi mendukungnya.

Pertanyaannya, apakah kalau kedua negara bergabung dengan NATO akan membuat zona Eropa lebih aman, tentu masih membutuhkan jawaban yang terang. Memang, pertemuan para menteri luar negeri NATO di Berlin pada hari Minggu lalu menjanjikan proses yang cepat.

Akan tetapi, tentu ada pertanyaan berikutnya. Bagaimana suatu negara menjadi anggota NATO dan berapa lama proses yang dibutuhkan untuk Finlandia dan Swedia?

Proses awal keanggotaan NATO

Perlu diketahui bahwa meskipun proses keanggotaan NATO belum diformalkan sehingga pentahapannya bisa berbeda-beda, namun langkah pertama biasanya sebuah negara harus menyatakan minat dan secara resmi menyatakan keinginan untuk bergabung. NATO kemudian akan melakukan diskusi dengan calon anggota bersangkutan.

Dalam hal ini, Swedia dan Finlandia kemudian harus memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam “kajian tentang perluasan” aliansi tahun 1995.

NATO menyatakan kriteria itu termasuk sistem politik demokrasi yang berfungsi berdasarkan ekonomi pasar. Ada penilaian seperti perlakuan adil terhadap populasi minoritas, komitmen untuk menyelesaikan konflik secara damai serta kemampuan dan kemauan untuk memberikan kontribusi militer untuk operasi NATO. Demikian juga dengan komitmen terhadap demokrasi serta hubungan  institusi sipil-militer.

Menurut Alexander Lanoszka, asisten profesor dalam mata kuliah Hubungan Internasional di Universitas Waterloo, Finlandia dan Swedia telah lama memenuhi persyaratan dasar untuk menjadi anggota NATO. Paling tidak mereka telah memenuhi syarat kekuatan institusi demokrasi mereka dan kontrol sipil yang kuat atas militer.

“Dengan demikian, proses untuk bergabung seharusnya lebih cepat dan dengan demikian lebih lancar daripada yang mungkin terjadi di negara-negara yang berada di bawah kekuasaan komunis selama Perang Dingin,” ujarnya seperti dikutp Aljazeera.com, Rabu (18/5/2022).
Program aksi keanggotaan 

Lalu, apakah suatu negara bisa memenuhi syarat dinilai pada awal pembicaraan rencana masuk NATO?

Dalam beberapa kasus, sejumlah negara pada awalnya diundang untuk berpartisipasi dalam apa yang disebut “Membership Action Plan” (MAP). Program itu semacam persiapan bagi suatu negara secara untuk mendapatkan dukungan dari anggota NATO sehingga dapat memenuhi persyaratan aksesi di masa depan. Sebagai catatan, Bosnia dan Herzegovina saat ini berada pada tahap ini.

Akan tetapi, untuk Finlandia dan Swedia keanggotaan mereka relatif lebih mudah, kata Alistair Shepherd, dosen senior Keamanan Eropa di Universitas Aberystwyth.

“Keduanya memenuhi syarat politik, militer dan ekonomi. Kedua negara adalah negara demokrasi dengan kredensial demokrasi yang sangat baik. Keduanya juga memiliki kemampuan militer canggih yang sudah dapat dioperasikan dengan standar dan negara NATO,” katanya.

Finlandia dan Swedia memiliki sumber daya untuk berkontribusi pada anggaran NATO. Singkatnya, keduanya dipandang sebagai nilai tambah bagi NATO dan keamanannya, bukan melemahkan, katanya.

Proses pemungutan suara anggota 

Untuk memulai pembicaraan aksesi resmi, Finlandia dan Swedia harus diundang oleh NATO. Semua anggota NATO harus memilih dengan suara bulat untuk mendukung para kandidat agar hal ini menjadi mungkin.

Analis mengatakan hal itu sangat mungkin terjadi meskipun ada berita terbaru bahwa Turki menentang calon anggota baru.
“Ada beberapa ketidakpuasan atau bahkan keberatan dari Hungaria dan Turki. Akan tetapi pada akhirnya mereka akan menerima keanggotaan mereka di NATO,” kata Shepherd. 

Selanjutnya, setelah undangan diterima, pembicaraan aksesi resmi diadakan di markas besar NATO di Brussel dan diikuti dengan pertemuan dengan kedua negara. 

Kemudian, deklarasi komitmen dikirim di mana mereka harus setuju untuk memenuhi kewajiban NATO.

Dalam beberapa kasus, calon potensial harus menunjukkan batas waktu jika diperlukan perbaikan untuk memenuhi semua kriteria kelayakan. NATO kemudian mempersiapkan adaptasi perjanjiannya melalui protokol aksesi, yang harus diratifikasi.

“Semua anggota, termasuk negara-negara kandidat, perlu meratifikasi aturan untuk bergabung dengan Perjanjian Washington sesuai dengan prosedur nasional mereka sendiri. Dalam kasus AS, di mana Perjanjian Washington disimpan, hal itu membutuhkan mayoritas dua pertiga di Senat, kata Lanoszka.

Permohonan diproses dengan cepat 

Berapa lama prosesnya dapat bervariasi secara signifikan, tergantung pada reformasi yang diperlukan dan ratifikasi protokol aksesi oleh 30 anggota. Misalnya, anggota NATO terbaru, Makedonia Utara, menerima undangannya pada Juli 2018 dan secara resmi bergabung pada 27 Maret 2020 atau hampir dua tahun kemudian.

Akan tetapi pejabat NATO mengatakan prosedur keanggotaan negara-negara Nordik dapat diselesaikan "dalam beberapa minggu", sementara NATO menyatakan kedua aplikasi akan "dilacak dengan cepat". Untuk alasan keamanan, ada tingkat urgensi yang terlibat mengingat peringatan dari Rusia.

Salah satu alasan Rusia untuk menginvasi Ukraina adalah penentangannya terhadap kemungkinan ekspansi NATO. Setelah Finlandia dan Swedia memperjelas niat NATO mereka, Moskow kemudian mengancam dengan menyatakan akan mengambil langkah-langkah "pembalasan".

“Ada urgensi untuk menjaga jarak waktu antara mendaftar untuk bergabung dan benar-benar menjadi anggota sesingkat mungkin karena takut Rusia mengambil beberapa bentuk tindakan sebelum jaminan keamanan Pasal 5 berlaku saat mereka menjadi anggota,” kata Shepherd. Para pejabat NATO mengatakan proses itu bisa memakan waktu hanya beberapa minggu.

Hanya saja keraguan tetap ada. Terutama apakah jadwal yang ambisius itu layak mengingat adanya tahapan formalitas yang harus dlalui.

“Prosesnya masih akan memakan waktu beberapa bulan dan NATO sebagai sebuah institusi akan menerima aplikasi mereka pada pertemuan puncak mereka pada akhir Juni di Madrid. Tapi kemudian, setiap negara anggota NATO yang ada harus meratifikasi aplikasi keanggotaan Swedia dan Finlandia,” kata Shepherd.

“Ini akan memakan waktu dan akan bervariasi tergantung pada aturan di setiap negara anggota. Kemungkinan paling cepat akhir 2022 ketika ini selesai,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nato swedia
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top