Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Perang Rusia vs Ukraina: Rusia Luncurkan Serangan, 100 Tentara Tewas

Serangan beruntun Rusia menewaskan 100 pasukan Ukraina.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 11 Mei 2022  |  07:45 WIB
Foto yang diabadikan pada 21 April 2022 ini menunjukkan pemandangan pabrik Azovstal di kota pelabuhan Mariupol. - Antara
Foto yang diabadikan pada 21 April 2022 ini menunjukkan pemandangan pabrik Azovstal di kota pelabuhan Mariupol. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Angkatan Bersenjata Federasi Rusia terus melanjutkan operasi militer khusus di Ukraina.

Pada siang hari, penerbangan taktis operasional militer menghantam 74 objek, termasuk 2 pos komando, 20 area konsentrasi tenaga kerja dan peralatan militer Angkatan Bersenjata Ukraina, serta 2 gudang senjata roket dan artileri.

Sementara itu, pasukan rudal dan unit artileri menghantam 223 daerah konsentrasi tenaga kerja dan peralatan militer, menghancurkan 3 pos komando dan 2 depot amunisi. 

"Akibat serangan itu, lebih dari 100 nasionalis tewas, 19 unit peralatan militer dinonaktifkan," demikian laporan dari Kementerian Pertahanan Rusia, Rabu (11/5/2022).

Adapun sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh sebuah pesawat Su-25 Ukraina di udara dekat desa Shirokoe, wilayah Dnepropetrovsk. 

Selain itu, helikopter Mi-8 Angkatan Udara Ukraina ditembak jatuh di dekat Novodmitrovka, wilayah Kherson. Empat kendaraan udara tak berawak Ukraina juga dihancurkan di wilayah Lysichansk, Krivoy Rog dan Kulinovka di wilayah Kharkiv.

Secara total, sejak awal operasi militer khusus 164 pesawat, 125 helikopter, 798 kendaraan udara tak berawak, 302 sistem rudal anti-pesawat, 2.983 tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, 351 peluncur roket ganda, 1.440 artileri dan mortir lapangan, dan 2.796 kendaraan militer khusus Ukraina hancur.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Perang Rusia Ukraina
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top