Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ribuan Demonstran Serbu Kediaman PM Sri Lanka, Aparat Bersenjata Evakuasi Rajapaksa dan Keluarganya

Pasukan bersenjata lengkap berhasil mengevakuasi Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa dari kediaman resminya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  16:02 WIB
Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa. - Istimewa
Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pasukan bersenjata lengkap berhasil mengevakuasi Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa dari kediaman resminya setelah ribuan pengunjuk rasa menerobos gerbang utama di tengah kekerasan politik terburuk dalam sejarah negara itu.

Aksi protes berlanjut sejak beberapa bulan akibat krisis ekonomi paling parah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Para pengunjuk rasa yang memaksa masuk ke kediaman resmi Temple Trees milik perdana menteri di Kolombo kemudian berusaha menyerbu gedung utama berlantai dua.

Di lokasi itu Rajapaksa bersembunyi bersama keluarga dekatnya.

"Setelah operasi menjelang fajar, mantan PM dan keluarganya berhasil dievakuasi ke tempat yang aman oleh tentara," kata seorang pejabat tinggi keamanan seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (10/5/2022).

Setidaknya 10 bom bensin dilemparkan ke dalam kompleks, katanya

Pemimpin berusia 76 tahun itu dipaksa untuk mengundurkan diri pada hari Senin (9/5/2022) setelah berminggu-minggu protes atas krisis ekonomi terburuk yang dihadapi negara pulau itu sejak kemerdekaannya pada tahun 1948.

Pengunduran diri itu menandai kejatuhan mendadak bagi keluarga Rajapaksa yang sangat berkuasa. Klan tersebut telah mendominasi politik Sri Lanka selama hampir 20 tahun.

Evakuasi Rajapaksa diarahkan ke lokasi yang dirahasiakan menyusul protes kekerasan di mana sedikitnya lima orang, termasuk seorang anggota parlemen, tewas dan hampir 200 orang terluka.

Pejabat keamanan mengatakan polisi terus menembakkan gas air mata dan melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk menahan pengunjuk rasa di ketiga pintu masuk ke gedung era kolonial yang menjadi simbol kunci kekuasaan negara.

Di tempat lain, belasan properti yang terkait dengan loyalis Rajapaksa dibakar dan massa menyerang museum Rajapaksa yang kontroversial di desa leluhur keluarga di selatan pulau itu hingga rata dengan tanah, kata polisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis ekonomi perdana menteri sri lanka
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top