Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-69: Rusia Serang Odessa Pakai Roket, Warga Sipil Dievakuasi

Saat perang Rusia vs Ukraina berlangsung, lebih dari 100 warga sipil (kebanyakan wanita, anak-anak dan orang tua) berhasil dievakuasi dari pabrik baja Azovstal.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 03 Mei 2022  |  12:09 WIB
Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-69: Rusia Serang Odessa Pakai Roket, Warga Sipil Dievakuasi
Tentara Ukraina memeriksa kendaraan militer Rusia yang hancur setelah pertempuran di Bucha, dekat dengan Kyiv, Ukraina, Senin, 4 April 2022. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Rusia sudah melakukan serangan ke Ukraina sejak dua bulan yang lalu atau hari ini sudah masuk hari ke-69. Memasuki hari ke-69 ini, kabar gembira datang setelah koridor pertama warga sipil yang terjebak di pabrik Azovstal berhasil dievakuasi dan sudah tiba di wilayah aman dari jangkauan Rusia. 

Dalam laporan lain, Ukraina melakukan beberapa kemajuan kecil dari usaha mereka merebut kembali wilayah Ukraina Timur atau Donbas dari pasukan Rusia.

Selain kejadian tersebut, terdapat beberapa kejadian yang ada pada perang atau invasi Rusia ke Ukraina pada hari ke-69 ini. Dilansir dari The Guardian, Selasa (03/5/22) berikut rangkuman kejadian yang terdapat pada hari ke-69 perang berlangsung.

Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina

Lebih dari 100 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Azovstal

Lebih dari 100 warga sipil (kebanyakan wanita, anak-anak dan orang tua) berhasil dievakuasi dari pabrik baja Azovstal, kata polisi militer Ukraina dalam sebuah pernyataan . Ratusan orang diyakini masih terjebak di benteng terakhir perlawanan di kota itu. 

Beberapa warga sipil pertama yang dievakuasi dari pabrik baja raksasa di Mariupol dilaporkan tiba pada hari ini di kota Zaporizhzhia yang dikuasai Ukraina setelah perjalanan bus semalam terhambat.

Rusia Kembali Serang Kota Odessa Dengan Roket

Serangan roket Rusia menghantam kota pelabuhan Laut Hitam Odessa di barat daya Ukraina, menyebabkan kematian dan cedera. Serangan  itu menghantam jembatan penting yang strategis di seberang muara Dniester. 

Dalam serangan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky  mengatakan jika seorang anak laki-laki berusia 14 tahun tewas dan seorang gadis berusia 17 tahun terluka.

OHCHR Sebut Ada Sekitar 3.000 Warga Sipil Tewas

Kantor hak asasi manusia PBB (OHCHR) mengatakan bahwa jumlah korban tewas warga sipil yang tewas di Ukraina sejak dimulainya invasi Rusia telah melebihi 3.000 orang. Sebagian besar korban tewas oleh senjata peledak dengan area dampak yang luas, seperti serangan rudal dan serangan udara.

Gagal Dapatkan Kyiv, Rusia Incar Donetsk dan Luhansk

Rusia berencana untuk mencaplok Donetsk dan Luhansk setelah gagal mendapatkan Kyiv dan menggulingkan pemerintah di sana. Rusia mungkin juga mempertimbangkan untuk melakukan hal yang sama di Kherson, setelah Rusia sudah memberlakukan rubel sebagai mata uang resmi.

Lebih dari 4 Ton Biji-bijian Tertahan di Pelabuhan Ukraina

Direktur Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jerman telah memperingatkan bahwa jutaan ton biji- bijian tertahan di Ukraina karena pelabuhan laut diblokir oleh aksi militer Rusia. 

Martin Frick mengatakan sekitar 4,5 juta ton biji-bijian dalam peti kemas di pelabuhan Ukraina tidak dapat dipindahkan karena rute laut yang tidak aman.

UEFA Larang Klub Sepak Bola Rusia Bermain di Kompetisi Eropa Musim Depan

Persatuan Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah melarang klub sepak bola Rusia untuk berpartisipasi pada musim 2022-23 di Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Bangsa-Bangsa UEFA. Selain itu, tawaran Rusia untuk menjadi tuan rumah turnamen Euro 2028 dan Euro 2032 juga tidak lagi memenuhi syarat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top