Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Binary Option Oxtrade, Bareskrim Polri Periksa Youtuber Kapten Vincent Raditya

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memeriksa Youtuber Vincent Raditya alias Kapten Vincent pada hari ini.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 06 April 2022  |  14:53 WIB
Kasus Binary Option Oxtrade, Bareskrim Polri Periksa Youtuber Kapten Vincent Raditya
Youtuber Kapten Vincent Raditya / Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memeriksa Youtuber Vincent Raditya alias Kapten Vincent pada hari ini, Rabu (6/4/2022).

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan. Sampai saat ini Vincent masih menjalani pemeriksaan.

"Lagi diperiksa," kata Whisnu kepada wartawan, Rabu (6/4/2022).

Sayangnya, Whisnu belum membeberkan Vincent diperiksa terkait apa.

"Nanti infonya ya," kata Whisnu.

Sebelumnya, YouTuber Kapten Vincent Raditya dipolisikan terkait trading binary option aplikasi Oxtrade.

Laporan itu diterima dengan nomor LP/B/1665/III/2022/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 31 Maret 2022. Pelapor bernama Federico Fandy dan terlapor adalah Vincent Raditya alias Captain Vincent.

Vincent dilaporkan lantaran diduga menjerumuskan korban untuk melakukan trading binary option di aplikasi Oxtrade hingga merugi. Dalam pelaporan itu, Vincent diduga terindikasi sebagai afiliator Oxtrade.

"Terlapor itu inisial VR selaku terindikasi sebagai afiliator dalam aplikasi Oxtrade yang semacam binary option. Jadi untuk terlapornya ini selaku afiliator ya," kata pengacara korban Irsan Gusfrianto, dikutip Jumat (31/3/2022).

Pengacara korban lainnya, Prisky Riuzo Situru membeberkan kasus bermula saat korban melihat unggahan Instastory di akun Instagram Vincent.

"Modusnya ini awal mulanya terlapor upload di Instastorynya ada bahasa 'Mau? Caranya join di sini'. Lalu pihak pelapor ikuti tautan setelah itu masuk ke grup Telegram yang mana grup trading itu ada beberapa member jumlahnya 14.000 lebih. Di dalam grup ini ada nama saudara terlapor tertulis sebagai owner di sini," papar Prisky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim binary option
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top