Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

5 Syarat Agar Doa Terkabul pada Bulan Ramadan

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyebut, ada lima syarat wajib agar doa saat Ramadan terkabul.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 05 April 2022  |  13:38 WIB
5 Syarat Agar Doa Terkabul pada Bulan Ramadan
Ilustrasi orang sedang berdoa - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu hal paling menarik dari Ramadan adalah besarnya peluang dikabulkannya doa-doa yang kita panjatkan. Hal tersebut tak lepas bahwa Ramadan adalah bulan istimewa yang penuh dengan keberkahan.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad menyebut terdapat satu ayat yang menjelaskan secara rinci agar doa yang kita panjatkan dapat terkabul. Ayat itu adalah ayat ke-186 Surat Al-Baqarah yang artinya:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran,” kata Dadang dilansir dari laman Muhammadiyah, Selasa (5/4/2022).

Adapun tentang cara dikabulkannya doa, tidak boleh terlepas dari lima syarat wajib sebagaimana tersirat dalam ayat tersebut.

Pertama, wa idza sa’alaka anni fa inni qariib, kita harus merasa dekat dengan Allah. Karena puasa Ramadan itu sejatinya juga mendekatkan diri kita dengan Allah Swt,” terangnya.

Kalimat berdoa pun perlu memakai redaksi kata ‘Rabbana’ yang menandakan keintiman dengan Allah.

Kedua, sesuai makna ujiibu da’watan idzaa da’ani adalah Allah hanya mengabulkan doa yang serius saja kepada-Nya.

“Karena banyak orang yang tidak serius dalam berdoa. Mulutnya berucap tapi hatinya ke mana-mana, tidak serius. Apalagi doanya aneh, misalnya mohon kaya tapi tidak melakukan usaha-usaha apapun,” ingatnya.

Ketiga, adalah makna yastajiibu lii.

Setelah penggalan kata ini bermakna melaksanakan perintah Allah, sehingga doa di dalam ibadah seperti puasa Ramadan itu memiliki derajat tinggi sebagaimana doanya orang-orang yang dizalimi.

Keempat, agar doa kita semakin berpeluang dikabulkan maka kita harus mengikutinya dengan berbuat amal kebaikan yang berhubungan dengan orang lain. Selain itu, harus yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa kita.

Kelima, menggunakan waktu-waktu mustajab pada bulan Ramadan untuk berdoa. Misalnya pada waktu Jumat sore menjelang maghrib, di antara dua azan, pada saat sahur, ataupun pada momen menjelang berbuka.

“Inilah pelajaran yang harus kita ambil dari ayat 186 di Al-Baqarah dari rangkain ayat berpuasa. Selamat berpuasa, semoga Allah menerima segala amal ibadah kita,” pungkas Dadang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

muhammadiyah Ramadan
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top