Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia Vs Ukraina, Putin Rekrut Tentara Suriah. Segini Bayarannya!

Rusia mencoba merekrut warga Suriah untuk berperang di Ukraina guna mendukung invasi Moskow yang berjalan lambat, menurut Pentagon. Berapa bayarannya?
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 08 Maret 2022  |  09:00 WIB
 Pasukan Demokrat Suriah (SDF) merayakan ulang tahun pertama pembebasan provinsi Raqqa dari ISIS, di Raqqa - Reuters
Pasukan Demokrat Suriah (SDF) merayakan ulang tahun pertama pembebasan provinsi Raqqa dari ISIS, di Raqqa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Rusia mencoba merekrut warga Suriah untuk berperang di Ukraina guna mendukung invasi Moskow yang berjalan lambat, menurut Pentagon.

Seorang pejabat senior pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan tidak jelas berapa banyak warga Suriah yang ingin direkrut oleh Vladimir Putin, tetapi perlu dicatat Putin percaya dia perlu mengandalkan pejuang asing.

Namun demikian, pejabat itu menambahkan tidak ada bukti pejuang Suriah telah tiba di Ukraina sejauh ini.

Upaya perekrutan tentara asing oleh Rusia pertama kali dilaporkan oleh situs berita Suriah, DeirEzzor24.

Situs itu menulis, bahwa Moskow tengah mencari sukarelawan untuk bertindak sebagai tentara dengan kontrak enam bulan.

Mereka akan dibayar antara US$200 dan US$300 per bulan.

Laporan yang sama mengatakan perusahaan tentara bayaran Rusia Wagner telah memperlengkapi operasi dengan merekrut orang Suriah yang telah bertugas dalam perang Libya di pihak Jenderal Khalifa Haftar. Mereka akan dipindahkan ke Ukraina.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa beberapa tentara bayaran Suriah sudah berada di Rusia dan bersiap untuk berperang di Suriah.

Rusia juga telah mengerahkan pasukan Chechnya di Ukraina, menurut pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, sekutu dekat Putin.

Pekan lalu, Oleksiy Danilov, sekretaris dewan keamanan dan pertahanan nasional Ukraina, menuduh bahwa satu unit pasukan khusus Chechnya telah dikirim untuk membunuh presiden negara itu, Volodymyr Zelenskiy.

Danilov mengatakan Ukraina telah menerima petunjuk dari dalam badan intelijen Rusia FSB dan telah mencegat dan membunuh regu pembunuh Chechnya di pinggiran Kyiv sepergi dikutip TheGuardian.com, Selasa (8/3/2022).

Pada bagian lain, belum ada tanda-tanda tentara Belarusia mengambil bagian dalam invasi Rusia ke Ukraina atau bahkan bersiap untuk ambil bagian, menurut Pentagon, meskipun ada laporan bahwa mereka mungkin dikirim ke garis depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suriah Perang Rusia Ukraina
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top