Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HUT ke-24, Anak Usaha Antam Gelar Program Pemberdayaan Masyarakat Raja Ampat 

PT Gag Nikel, anak usaha PT Antam menjadikan 8 program PPM yang ditetapkan Kementerian ESDM sebagai panduan untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia penduduk lokal Raja Ampat, Papua Barat. 
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 07 Maret 2022  |  16:21 WIB
Petugas memeriksa kesehatan warga Raja Ampat, Papua
Petugas memeriksa kesehatan warga Raja Ampat, Papua

Bisnis.com, JAKARTA - PT Gag Nikel, anak usaha PT Antam mengadakan berbagai kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-24.

Perusahaan menjadikan 8 program PPM yang ditetapkan Kementerian ESDM sebagai panduan untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia penduduk lokal Raja Ampat, Papua Barat. 

Corsec Legal & External Manager Dr Mustajir mengatakan 8 program PPM yang telah dilaksanakan adalah pendidikan, kesehatan, pendapatan riil atau pekerjaan, ekonomi, sosial, lingkungan, kelembagaan dan infrastruktur.

"Kami melakukan pengobatan massal dan vaksinasi bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat di Kampung Gag Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (7/3/2022).

Dia menuturkan program tersebut melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Gag berkolaborasi dengan paramedik perusahaan.

Selain pengobatan massal, program PPM PT Gag Nikel juga berupa pembangunan Puskesmas Pembantu, santunan yatim, termasuk berkontribusi dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Raja Ampat.

PT Gag Nikel berinisiatif menyalurkan alat tes PCR dan Respiratory Virus Transport Medium kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

"Keberadaan alat PCR akan mempercepat proses analisa sampel yang kini bisa dilakukan di RSUD Waisai, Raja Ampat setelah sebelumnya harus dikirim ke luar Raja Ampat dan membutuhkan waktu yang cukup lama," ungkap dia.

Mustajir menegaskan pihaknya berkomitmen penuh dalam upaya peningkatan taraf hidup masyarakat di Kampung Gag Raja Ampat dengan tetap menjadikan kelestarian lingkungan sebagai prioritas.

Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) sekaligus utusan masyarakat adat Raja Ampat Yulinus Thebu mengatakan selama kurang lebih dua tahun masyarakat Raja Ampat mengalami krisis ekonomi akibat hantaman pandemi Covid-19.

Namun, hal itu tidak berdampak luas pada warga yang mendiami Kepulauan Gag. Pasalnya, sejumlah tempat wisata maupun penginapan lesu bahkan tutup akibat kurangnya wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke Raja Ampat akibat pandemi.

"Kehadiran tambang nikel justru membantu ekonomi masyarakat untuk tetap tumbuh," ucapnya.

Yulinus mengurai hadirnya tambang nikel di Raja Ampat dimana hampir keseluruhan pekerjanya berasal dari masyarakat yang berada di Kepulauan Gag dan sekitarnya.

Tambang tersebut juga cukup membantu warga dalam segi pendidikan dengan mendirikan sejumlah sekolah serta memberikan bantuan beasiswa kepada siswa berprestasi maupun siswa kurang mampu melalui CSR perusahaan PT Gag Nikel selaku pengelola Tambang.

Pembagian royalti baik ke Pemerintah Daerah Raja Ampat maupun ke masyarakat khususnya masyarakat adat Suku Kawe, Suku Maya, Suku Kawe di Kampung Selpele dan Suku Salio bisa terakomodir.

"DPRD Raja Ampat telah menetapkan Perda untuk mengatur itu sehingga ke depan bermanfaat bagi masyarakat adat," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam papua raja ampat
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top