Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kronologi KKB Papua Bantai 8 Korban saat Tidur Lelap dengan Kapak dan Senjata Api di Kamp PTT

Karyawan PTT yang selamat dari pembantaian KKB Papua menuturkan kronologi pembantaian 8 orang rekannya dengan senjata api dan kapak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Maret 2022  |  23:34 WIB
Kronologi KKB Papua Bantai 8 Korban saat Tidur Lelap dengan Kapak dan Senjata Api di Kamp PTT
Nelson Sarira, karyawan PT. PTT yang selamat dari pembantaian yang dilakukan KKB di Beoga, Kabupaten Puncak, Sabtu (5/3) dievakuasi ke Timika. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Karyawan perusahaan Palapa Timur Telematika (PTT) yang selamat dalam penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Jenggeran, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Nelson Sarira dievakuasi ke Timika namun dalam kondisi cukup terguncang (traumatis) mengingat kejadian tersebut.

Kepada dua personel Satgas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz yang menjemputnya di Kamp Tower B3, Kampung Jenggeran, Distrik Beoga Barat menggunakan helikopter Komala Indonesia AS 350 B3E/PK-KIE, Sabtu (5/3/2022) pagi, Nelson bercerita bahwa pada Rabu (2/3/2022) dini hari sekitar pukul 03.00 WIT, kamp karyawan PTT didatangi oleh sekitar 10 orang anggota KKB.

Gerombolan bersenjata yang membawa sejumlah alat tajam seperti parang, kapak, bahkan menenteng beberapa pucuk senjata api itu langsung masuk ke kamp karyawan PTT untuk melakukan pembantaian terhadap para karyawan yang masih tertidur lelap.

"Para pelaku langsung masuk ke kamp dan melakukan pembantaian. Saat kejadian itu korban sempat kabur sehingga bisa selamat," ujar Kepala Operasi Damai Cartenz 2022 Komisaris Besar Polisi Muhammad Firman saat menggelar jumpa pers di Mapolres Mimika, Sabtu (5/3/2022).

Dari tempat persembunyiannya itu, Nelson juga sempat mendengar bunyi tembakan senjata api di kamp PTT.

Nelson baru berani kembali ke kamp setelah memastikan situasi sudah benar-benar aman.

"Setelah tidak lagi mendengar suara dari para pelaku, korban baru kembali ke kamp dan melihat semua teman-temannya sudah dalam keadaan meninggal," jelas Firman.

Adapun identitas delapan karyawan PTT yang dipastikan meninggal dunia akibat pembantaian oleh KKB yaitu Bona Simanulang, Renal Tentua Tagasye, Bili Galdi Balion, Jamaludin, Sharil Nurdiansyah, Eko Septiansyah, Bebei Tabuni dan Ibo.

Keberadaan Nelson Sarira diketahui dari CCTV milik PTT yang menyampaikan bahwa seluruh rekan-rekannya yang sedang memperbaiki fasilitas Based Transciever System (BTS) di Kampung Jenggeran, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak telah meninggal dunia akibat pembantaian oleh KKB, dan hanya dirinya yang selamat dari kejadian itu.

Melihat fakta tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri selaku Penanggung Jawab Kegiatan Operasi Damai Cartenz lalu memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan langkah-langkah penyelamatan terhadap korban yang masih hidup.

Pada Sabtu (5/3/2022) pagi pukul 08.00 WIT termonitor melalui CCTV PTT keberadaan korban atas nama Nelson Sarira masih berada di lokasi kejadian dengan meminta bantuan.

Karyawan Palapa Timur Telematika (PTT) yang selamat dari pembantaian oleh KKB, Nelson Sarira berhasil dievakuasi oleh Tim Operasi Damai Cartenz ke Timika, Sabtu (5/3/2022)./Antara

Selanjutnya pukul 09.00 WIT tim melakukan konsolidasi untuk segera mengevakuasi korban ke Timika menggunakan Helikopter Penerbad Bell 412EP/HA-5177 (Aircover) yang mengangkut lima personel Penerbad ditambah satu personel Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz.

Kemudian Helikopter Komala Indonesia AS 350 B3E/PK-KIE sebagai helikopter evakuasi mengangkut dua personel Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz sekitar pukul 09.28 WIT terbang dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju lokasi evakuasi di Kampung Jenggeran, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak.

Tim evakuasi tiba di lokasi kejadian pukul 10.47 WIT langsung membawa Nelson Murib menuju helikopter untuk selanjutnya menuju ke Bandara Mozes Kilangin Timika.

Sekitar pukul 10.45 WIT helikopter yang membawa tim evakuasi bersama Nelson mendarat di Bandara Timika, selanjutnya korban dibawa menuju Mapolres Mimika untuk mendapatkan penanganan medis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua kkb

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top