Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Konglomerat Rusia Tolak Perang Rusia-Ukraina

Konglomerat Rusia Mikhail Fridman dan Oleg Deripaska menjadi dua pebisnis terkemuka pertama di negara itu yang berbicara menentang invasi skala penuh Moskow ke Ukraina.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 Februari 2022  |  08:27 WIB
Dua Konglomerat Rusia Tolak Perang Rusia-Ukraina
Suvenir boneka matryoshka yang menggambarkan Vladimir Putin, Presiden Rusia di Moskwa, Rusia, Selasa (22/2/2022). Pasukan Rusia menyerang Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi untuk "demiliterisasi" Ukraina, yang memicu kecaman internasional dan ancaman AS akan "sanksi berat" lebih lanjut terhadap Moskwa. - Bloomberg/Andrey Rudakov

Bisnis.com, JAKARTA -- Konglomerat Rusia Mikhail Fridman dan Oleg Deripaska menjadi dua pebisnis terkemuka pertama di negara itu yang berbicara menentang invasi skala penuh Moskow ke Ukraina.

Fridman, yang merupakan salah satu orang terkaya di Rusia, mengendalikan perusahaan ekuitas swasta LetterOne dan merupakan pendiri Alfa Bank, bank swasta terbesar di Rusia. Dalam sebuah surat kepada karyawannya, dia menyerukan diakhirinya “pertumpahan darah”.

Fridman yang lahir di Ukraina itu mengirim email ke staf di LetterOne dengan menulis "perang tidak akan pernah bisa menjadi jawaban".

Dengan menyebut daerah asalnya di Lviv, tempat orang tuanya masih tinggal di Ukraina, dia menulis: “Saya juga telah menghabiskan sebagian besar hidup saya sebagai warga negara Rusia, membangun dan mengembangkan bisnis. Saya sangat terikat dengan orang-orang Ukraina dan Rusia dan melihat konflik saat ini sebagai tragedi bagi kedua negara,” ujarnya seperti dikutip TheGuardian.com, Senin (28/2).

Fridman menduduki peringkat sebagai orang terkaya ke 128 di dunia pada tahun 2021, menurut Forbes. Pria 57 tahun itu mengatakan kepada staf dalam suratnya bahwa dia biasanya menghindari membuat pernyataan politik.

LetterOne milik fridman memiliki aset di unit Ritel L1 termasuk pengecer makanan kesehatan Inggris Holland & Barrett, serta jaringan supermarket DIA Spanyol, serta penyedia layanan telepon seluler Turkcell, yang memiliki pelanggan di Turki, Ukraina, Belarusia, dan Siprus.

Sedangkan miliarder Rusia lainnya, Oleg Deripaska, menyerukan agar pembicaraan damai dimulai “secepat mungkin” dalam sebuah postingan di aplikasi Telegram.

“Perdamaian sangat penting,” tulis Deripaska, yang mendirikan raksasa aluminium Rusia Rusal, di mana ia masih memiliki saham melalui perusahaan induknya yang terdaftar di London, EN+ Group.

Deripaska, yang mengatakan pada 21 Februari tidak akan ada perang di Ukraina, berada dalam daftar sanksi AS sejak 2018 atas dugaan hubungannya dengan pemerintah Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konglomerat perang Rusia Ukraina
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top