Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konflik Rusia- Ukraina : Bagaimana Kondisi WNI yang Tinggal di Ukraina Saat Ini?

Dari data yang dilaporkan KBR Kyiv, per Selasa kemarin, jumlah WNI di Ukraina adalah sebanyak 138 orang yang sebagian besar berdomisili di Kyiv. Di perbatasan, ada satu WNI yang tinggal di Donetsk, dua orang di Luhansk dan lima orang di Kharkiv.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  17:18 WIB
Bendera Ukraina - wikimedia
Bendera Ukraina - wikimedia

Bisnis.com, JAKARTA - Saat ini konflik antara Rusia dan Ukraina kian memanas. Rusia sudah melancarkan serangan ke Ukraina.

Lantas bagaimana nasib Warga Negara Indonesia yang tinggal di Ukraina saat ini di tengah memanasnya situasi?

Dari data yang dilaporkan KBR Kyiv, per Selasa kemarin, jumlah WNI di Ukraina adalah sebanyak 138 orang yang sebagian besar berdomisili di Kyiv. Di perbatasan, ada satu WNI yang tinggal di Donetsk, dua orang di Luhansk dan lima orang di Kharkiv.

Pejabat Fungsi Pensosbud Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kyiv, Erna Herlina menyatakan belum ada rencana untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Ukraina.

Dia menyampaikan hal ini pada Kamis dini hari, 24 Februari 2022, sebelum adanya instruksi operasi Militer yang dimumkan operasi militer Vladimir Putin, beberapa jam setelahnya.

"Sejauh ini belum ada yang kami evakuasi. Dalam catatan kami, ada satu orang yang di provinsi Luhansk. Sejauh ini info yang bersangkutan masih baik-baik saja," kata Erna dikutip dari Tempo.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan KBRI di Kyiv sudah membuat rencana darurat bagi WNI jika situasi di Ukraina memburuk. Kementerian Luar Negeri RI telah menyusun rencana kontinjensi untuk mengantisipasi jika terjadi eskalasi di Ukraina di kemudian hari.

Putin telah mengumumkan dalam pidatonya pada Kamis, 24 Februari 2022, untuk melakukan operasi militer khusus di Ukraina. Dia menyebut ingin demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina, demi melindungi orang-orang yang telah menjadi sasaran genosida rezim Kyiv.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden langsung bereaksi keras dan menyebut pernyataan Putin tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan. Negeri Paman Sam dan sekutunya juga akan bersatu dan tegas menanggapi serangan Rusia terhadap Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wni ukraina

Sumber : Tempo

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top